| Senin, 21 Januari 2008 | SEMARANG |
Pengurus Mapalus Maesa DikukuhkanSEMARANG-Pengurus baru perkumpulan sosial ''Mapalus Maesa'' Semarang, paguyuban masyarakat Minahasa atau Manado di perantauan (Kawanua) yang bermukim di Semarang, Sabtu (19/1) secara resmi dilantik. Pelantikan dan pengukuhan pengurus baru untuk masa jabatan 2007-2011 tersebut dilakukan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip dalam acara perayaan Natal, Kunci Taon (Tutup Tahun) 2007, di gedung Rimba Graha, Semarang. Usai pelantikan, Ketua Umum Mapalus Maesa Semarang yang baru, Onny Johny Wowiling mengatakan, kepengurusan baru terdiri atas 34 orang yang merupakan hasil pemilihan pada 18 Oktober 2007 di gedung Ronggowarsito Semarang. Menurut Onny, sebagai perkumpulan sosial, Mapalus Maesa akan memfokuskan diri pada kegiatan-kegiatan sosial, dengan membantu keluarga-keluarga Kawanua di Semarang yang kondisi ekonominya kurang beruntung. Dalam bahasa Minahasa atau Manado, Mapalus berarti tolong-menolong dalam kehidupan dan penghidupan, sedangkan Maesa adalah salah satu ciri budaya orang Minahasa yang mengajarkan agar tetap bersatu dan jangan cerai berai. ''Secara internal, kami fokus ke sana dulu, yakni membantu keluarga-keluarga yang ekonominya kurang beruntung. Bentuknya bisa pemberian bantuan materi,'' ujar Onny. Menurut Onny, saat ini di Semarang terdapat sekitar 1.000 keluarga Kawanua. Kegiatan sosial yang akan dilakukan secara triwulanan. Pihaknya juga akan beranjangsana ke sejumlah panti asuhan di ibukota Jateng ini untuk memberikan bantuan sosial. Pengurus juga merencanakan program berupa pengumpulan dana guna membangun asrama bagi mahasiswa, pelajar atau pemuda asal Kawanua yang menuntut ilmu atau bekerja di Semarang, dan masih membujang. Ketua Panitia Natal dan Kunci Taon 2007, Pdt Hendrik Masengi, MDiv MTh, mengungkapkan, melalui perayaan Natal ini diharapkan akan dibangkitkan lagi semangat saling membantu dalam kehidupan di kalangan keluarga besar Kawanua di Semarang, khususnya semangat empati dan kepedulian kepada mereka yang dilanda bencana alam di sejumlah daerah di Jateng. Perayaan Natal berlangsung khidmat dihadiri 600 orang warga Kawanua dan undangan, serta tokoh masyarakat Kawanua, seperti John M Manoppo (wali kota Salatiga) yang juga penasihat Mapalus Maesa. (G2-41) |