| Senin, 21 Januari 2008 | SEMARANG |
Rumah Rusak Tertimpa TalutSEMARANG- Sebuah talut di Jl Subali Makam RT 3 RW 2 Krapyak Semarang Barat ambrol dan menimpa rumah milik Supriyatno (31). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun rumah Supriyatno rusak di bagian kamar mandi serta sumurnya tertimpa bongkahan talut. Hingga kini ia masih waswas bila ambrolnya meluas serta terjadi longsoran. Ia mengatakan talut ambrol pada Sabtu (19/1) pukul 19.00 saat hujan deras mengguyur, sejak sore hingga malam hari. Saat itu ia sedang menikmati siaran televisi sepak bola Liga Djarum 8 Besar. Tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara reruntuhan secara tiba-tiba dari ruang belakang. Spontan, ia lari ke belakang rumah untuk mengecek. Diketahui sebagian talut yang menahan pondasi rumah yang berada di lahan atas talut ambrol. Runtuhnya talut sepanjang 9 meter dan ketinggian 10 meter itu pun tidak sekaligus. Bagian yang ambrol mula-mula ada di tengah hingga ke bawah. Sementara bagian talut atas masih menggantung. Karena khawatir sisa talut itu akan menyusul ambruk, ia mengungsikan keluarganya ke rumah tetangga. ''Ternyata benar, selang lima menit, sebagian talut jatuh lagi menimpa kamar mandi. Talut jatuh terjadi hingga tiga kali. Untung keluarga sudah di rumah tetangga saat pertama ambrol,'' katanya Minggu (20/1). Kontur tanah di daerah Subali tersebut memang berbukit dengan jalanan naik turun. Permukimannya terbilang padat. Antarlahan rumah dan tinggi permukaan berbeda biasanya dibangun talut. Nampaknya, hujan deras mempengaruhi kekuatan talut itu. Kemarin, ia dibantu warga membersihkan reruntuhan talut. Sementara itu, di daerah Sompok , hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang. Karena posisi pohon tumbang melintang di tengah jalan, menjadikan jalan tersebut di tutup sementara. Tidak ada korban dalam kejadian itu. (H22,H9-41) |