| Senin, 21 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
Pakistan Siaga Tinggi Menghadapi AsyuraISLAMABAD - Pakistan siaga tinggi, kemarin, saat kelompok syiah bersiap-siap mengadakan perayaan Asyura. Festival itu dilakukan sehari setelah petugas keamanan menggagalkan komplotan yang ingin melancarkan serangan besar-besaran. Perayaan tahun ini dilakukan di tengah gelombang militansi dan kerusuhan di seluruh Pakistan. Islamabad, Sabtu lalu, menangkap ekstremis suni yang bermaksud menyerang orang-orang yang merayakan Asyura, kata petugas keamanan. Festival Ashura, yang menandai kematian cucu Nabi Mohammad pada abad ketujuh, dijadwalkan berlangsung di seluruh negara itu dalam acara tahunan yang sering dinodai oleh kerusuhan sektarian. Dalam pesan khusus untuk perayaan itu, Presiden Pervez Musharraf menyerukan perdamaian dan kerukunan. Para personel keamanan menyatakan kelompok ekstremis berencana menggunakan bom bunuh diri dan racun sianida untuk membunuh orang-orang syiah yang merayakan Asyura di seluruh negara itu. Pembunuh Benazir Polisi, Jumat lalu, menangkap seorang remaja yang disangka menjadi anggota komplotan yang bersekongkol membunuh pemimpin oposisi Benazir Bhutto. Menurut polisi, kelompok itu mengaku telah merencanakan serangan selama festival Minggu kemarin. Tersangka itu, Aitezaz Shah (15), ditangkap di Kota Dera Ismail Khan, Pakistan baratlaut, Jumat lalu, kata petugas keamanan yang tidak bersedia disebut namanya. Shah mengatakan kepada para interogator bahwa dia merupakan bagian dari tim pendukung yang terdiri atas tiga pelaku bom bunuh diri. Tim itu bertugas membunuh Benazir jika serangan pertama 27 Desember lalu oleh dua orang gagal, jelas para pejabat. Menteri Dalam Negeri Hamid Nawaz belum memberikan konfirmasi tentang penangkapan itu. ''Keamanan sangat ketat dan kami berharap hari ini berlalu dengan tenang,'' katanya.(afp-niek-26) |