logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Januari 2008 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

Rupiah Belum Mengkhawatirkan

JAKARTA-Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa hari belakangan ini sifatnya sementara. Hal ini disampaikan Deputi Gubernur BI Budi Mulya dalam jumpa pers acara Bankers Dinner di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Jumat malam (18/1). "Pelemahan ini, karena beberapa hari ini pasar saham global terkena tekanan, karena perekonomian Amerika yang ambruk," jelasnya.

Budi mengatakan secara global, nilai tukar juga melemah tapi sifatnya temporer. "Kita kan bagian dari ekonomi global, ekonomi emerging market yang kena pengaruh, tapi temporer itu yang harus dicatat," ujarnya. Dengan keadaan nilai tukar rupiah yang terus melemah belakangan ini, Budi mengakui BI belum khawatir. "Yang namanya temporer bisa recovery, bisa turun, tapi basicly elemen waktunya ada di situ sementara. Insyallah nanti settle lagi," katanya. Pada perdagangan Jumat lalu (18/1) rupiah sempat melemah hingga ke Rp 9.480 per dolar AS, namun akhirnya ditutup Rp 9.443 per dolar AS. (dtc-33)

Wall Street Masih Gugup

NEW YORK-Investor di bursa-bursa Wall Street AS masih gugup menanggapi paket ekonomi Bush yang akan menyuntikkan dana 140 miliar dolar untuk perekonomian AS. Meski demikian sejumlah analis dan investor meyakini paket ekonomi Bush ini, bisa membantu perekonomian AS yang diambang resesi. Namun rupanya saat ini investor masih memilih bersikap hati-hati. Alhasil, pada penutupan perdagangan saham Jumat (18/1) waktu AS, saham di Wall Street masih melemah, meski penurunannya lebih terkendali.

Presiden George W Bush meminta kongres untuk menyetujui paket kebijakan senilai 140 miliar dolar untuk menstimulus perkonomian AS yang tengah diambang resesi. Paket kebijakan yang diusung Bush itu, antara lain insentif pajak bagi dunia usaha di AS dan keringanan pajak langsung bagi warganya.(dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA