| Senin, 21 Januari 2008 | EKONOMI |
CSR Seharusnya Tak Jadi Momok bagi PerusahaanSOLO-Corporate Social Responsibility (CSR) seharusnya tidak menjadi momok bagi perusahaan. Sebab tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, tetapi juga sektor bisnis. Koordinator Program The Business Watch Indonesia (BWI), D Savio Wermasubun mengatakan hal itu, sehubungan akan digelarnya pelatihan bertema ''Kemungkinan Penerapan CSR di Daerah Pasca Undang-undang Perseroan Terbatas dan Undang-undang Investasi'' di Solo, Selasa (22/1). Selanjutnya dikatakan, kewajiban pelaksanaan CSR tidak akan memberikan beban berat bagi perusahaan di Indonesia, karena diperhitungkan menjadi biaya. ''Mengingat kemanfaatan dan kewajiban yang diatur dalam UU, kini sudah saatnya perusahaan menggandeng para stakeholder membangun inisiatif CSR. Sejumlah penelitian, kata dia, telah membuktikan, CSR berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan maupun imbal hasil saham. Informasi mengenai aktivitas CSR dapat menarik perhatian, membentuk citra dan kepercayaan baru yang mendorong atau mengubah eskpektasi investor terhadap keputusan menahan, menjual atau membeli lagi saham perusahaan. Gerakan CSR juga dapat menciptakan identitas merk pada produk perusahaan. Penciptaan merk menjadi penting untuk merebut hati konsumen, mengingat persaingan global yang semakin ketat dengan kualitas dan harga produk di pasar yang relatif sama. Apalagi kini konsumen cenderung memakai pertimbangan nonekonomis dalam menggunakan daya belinya. Gerakan CSR tidak hanya mendorong manajemen perusahaan untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan para investor dan konsumen. Namun juga dengan para pekerja, pemasok, pemerintah, komunitas sosial dan lingkungan. (bt-33) |