| Senin, 21 Januari 2008 | EKONOMI |
Diusulkan "Jateng Heritage of Asia"SEMARANG-Meski Jawa Tengah memiliki potensi wisata cukup besar, terutama wisata budaya dan religi, potensi luar biasa itu ternyata belum cukup memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Pemimpin Bank Indonesia Semarang M Zaeni Aboe Amin berharap elemen masyarakat di Jateng bisa meneruskan The Heritage Spirit untuk mewujudkan salah satu pilar ekonomi nasional. ''Ini bukan sesuatu yang mustahil, mengingat kekayaan kita, intanpari (akronim dari industri, pertanian dan pariwisata) dipandang masih menjadi sektor unggulan di Jateng. Dan kita harus menggosok kembali intanpari itu agar kembali bersinar dan menopang perekonomian Jateng,'' kata Zaeni saat menyampaikan Outlook Perekonomian Jateng 2008 dalam Bankers' Dinner, Jumat (18/1) malam. Program city branding Semarang Pesona Asia, layaknya perlu digaungkan dan akan menjadi nilai tambah lebih besar dengan regional branding ''Jawa Tengah Heritage of Asia''. Pencanangan wilayah Jateng sebagai zona wisata budaya yang mempunyai magnet daya tarik ini, menurut Zaeni harus dikemas dalam program yang komprehensif dan didukung persiapan yang matang. ''Ini selaras dengan program Visit Indonesia Year 2008 dan regional branding itu diharapkan dapat memberi kontribusi ekonomi signifikan.'' Menguat Kinerja perbankan yang meliputi bank umum dan BPR di Jateng hingga akhir tahun 2007 menunjukkan perkembangan menggembirakan. Dibanding posisi Desember 2006, total aset perbankan di Jateng meningkat 10,67 persen dari Rp 83,36 triliun menjadi Rp 92,52 triliun. Demikian pula Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan Jateng menunjukkan lonjakan 11,01 persen dari level Rp 66,78 triliun akhir Desember 2006 menjadi Rp 74,13 triliun pada Desember 2007.(J14-33) |