| Senin, 21 Januari 2008 | EKONOMI |
BI Dukung Proyek InfrastrukturJAKARTA-Bank Indonesia (BI) mendukung kebijakan pemerintah tahun 2008 tentang perbankan guna mengatasi kendala pembiayaan proyek infrastruktur. Dukungan itu dilontarkan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam "Bankers Dinner 2008" di Gedung BI akhir pekan lalu. Masalah keterbatasan infrastruktur yang selama ini terjadi, lanjut dia, harus dipecahkan jika ingin perekonomian tumbuh lebih tinggi. Selain itu, kendala pembiayaan infrastruktur, mesti dijawab lewat sebuah policy bank yang dikhususkan untuk membiayai proyek pembangunan jangka panjang. Kebijakan bank itu, lanjut dia, dapat dilakukan pemerintah dengan cara menggabungkan bank atau lembaga keuangan yang telah dimiliki, atau mendirikan bank yang benar-benar baru Namun, dia mengingatkan adanya implikasi dari pendirian bank pemerintah yang memiliki tugas khusus. ''Dengan keberadaan bank khusus, bank-bank milik pemerintah yang lain dituntut menyesuaikan fungsi, peran dan strategi kegiatan usahanya agar tidak saling berbenturan satu sama lain,'' paparnya. Bagi BI, tandas dia, kebijakan ini memberikan hasil signifikan dalam proses pemantapan konsolidasi perbankan, sekaligus bagian penting dari strategi penataan kembali struktur industri perbankan nasional. Policy bank itu, lanjut dia, pada dasarnya kepanjangan tangan Pemerintah yang diharapkan mampu menghimpun dana jangka panjang. Dana yang berhasil dihimpun bank ini, dapat disalurkan untuk pembiayaan proyek dan program pembangunan jangka panjang, khususnya infrastruktur. Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono menegaskan Indonesia harus tetap hati-hati, karena kondisi eksternal yang masih belum memungkinkan dan dapat mengancam pertumbuhan ekonomi. ''Kondisi global dengan ancaman resesi masih ada, terutama harga minyak dan harga komoditas lain,'' paparnya. Pertumbuhan Ekonomi Sementara itu, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional hingga 2009 akan terus meningkat bertahap menuju laju 7% per tahun. Hal ini didukung kapasitas perekonomian yang menguat dan investasi meningkat. Gubernur BI optimistis perekonomian yang kini mulai berjalan dengan kedua mesinnya, yaitu sektor keuangan dan sektor riil, dapat dipertahankan di masa mendatang. Optimisme itu, didasari dua hal. Sistem pemerintahan dan perangkat birokrasi yang dinilai makin efektif dan tersedianya modal stabilitas serta daya tahan ekonomi makro dan sistem keuangan. Modal ini akan memicu ekspansi ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan dalam dua tahun ke depan. ''Ekspansi itu, terutama didukung meningkatnya kapasitas perekonomian yang dibarengi kenaikan investasi,'' katanya.(bn-33) |