| Senin, 21 Januari 2008 | BUDAYA |
Log Guns Buka Konser Skid RowJAKARTA - Log Guns, grup band anyar bentukan promotor musik Log Zhelebour, diplot bakal membuka konser supergrup Skid Row di Indonesia. Skid Row, grup band asal AS yang pernah jadi ikon rock terdepan tahun 90-an, dipastikan tampil pada 7, 9, 11, 13, dan 15 Maret di Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, dan Malang. Log Zhelebour mengemukakan hal itu di Jakarta, akhir pekan lalu. Konser untuk mengobati kekecewaan karena batal memboyong supergrup LA Guns itu sekaligus untuk mempromosikan Log Guns. "Log Guns adalah band bentukan saya. Band itu saya plot untuk mengikuti kesuksesan Power Metal, Boomerang, Jamrud, bahkan God Bless di khazanah musik Indonesia," kata Log. Log Guns sebelumnya bernama Alas Roban. Itulah grup band favorit pilihan penonton pada ajang "Gudang Garam Rock Competition 2007". Log menilai mereka mempunyai kemampuan teknis memainkan alat musik dan menciptakan lirik di atas rata-rata. Maka, dia pun mengontrak grup band asal Bekasi itu. 'Selain itu, saya mempunyai insting kuat grup itu bakal berkibar karena kualitas musikalitas mereka beragam," katanya. Log Guns yang beranggota Anis (vokal), Andre (gitar), Rama (kibor), Akbar (bas), dan Araz (drum) sekaligus merilis album perdana. Penggarapan album yang merangkum 12 lagu itu, kata Log, menghabiskan dana tak kurang dari Rp 5 miliar. Dari dana penggarapan sebesar ini, Log Production telah membuatkan 10 video klip Log Guns yang akan diputar di semua stasiun televisi di Indonesia. "Mungkin itulah proyek ambisius pertama saya. Sebab, sebuah grup band anyar langsung saya buatkan 10 video klip," ujar dia. Log punya harapan membuncah terhadap band binaannya itu. Itu bukan tanpa alasan, setelah enam tahun vakum sebagai produser grup band. Dia menuturkan saat ini industri musik, terutama rock, mengalami kemunduran sangat parah. Banyak label mayor enggan dan meninggalkan industri musik rock. Log Guns mengandalkan lagu Menunggu, Terbang Melayang, Bidadari, Khayalan, Peri Cinta dalam irama rock tradisional, modern, hingga balada. dan, dia menaruh harapan mereka dapat membangkitkan kembali iklim rock di Tanah Air yang meredup. (G20-53) |