SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 19 Januari 2008

Sudah sekitar sebulan ini, nelayan-nelayan di berbagai wilayah pantai tidak melaut. Angin kencang dan gelombang yang masih tinggi menjadi alasan utama kenapa mereka memilih tinggal di rumah. Sebulan tidak memecah ombak di laut tentu saja ekonomi rumah tangga terasa menjadi lebih berat. Mereka yang berperalatan sederhana tak mampu menjangkau lautan lepas, sehingga daerah tangkapan juga terbatas.

Sedikitnya, diidealkan tiga aspek dari kehadiran para pemain asing dalam Kompetisi Liga Indonesia. Yakni transfer of technology, sikap profesional, dan sebagai magnet industri kompetisi. Yang kedua dan ketiga boleh dikatakan bisa didapat oleh klub-klub dan atmosfer kompetisi kita. Sejumlah pemain memperlihatkan kualitas skill di atas rata-rata, menjadi pilar pada posisi-posisi tertentu.

MEDIA massa memberitakan, para perajin tempe dan tahu berunjuk rasa merasa terpukul oleh harga kedelai yang meroket. Tebaran warta itu seolah dikristalisasikan dan mendapatkan garis bawah bernuansa kemanusiaan kental oleh sebuah kabar tragis dari Pandeglang, Banten: Slamet, seorang pedagang tahu tempe goreng di Pasar Badak, Pandeglang, bunuh diri dengan menggantung pada seutas tali plastik (Kompas,

LAUT yang tenang tidak pernah melahirkan pelaut yang tangguh. Sementara di tengah laut yang bergelombang tingggi, jika kapal tidak dikendalikan oleh nakhoda handal dengan peralatan canggih, bisa berakibat kehilangan arah dalam mencapai tujuan. Ujung-ujungnya para penumpang mabuk, kehabisan energi, putus asa, dan kehilangan kepercayaan terhadap sang nakhoda dan awak kapal.

HINGGA akhir 2007, demokrasi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat kita bermuara dari prakarsa dan peran dominan "pemegang posisi kunci demokrasi", baik di pemerintahan, parlemen, partai politik (parpol), organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun di lembaga sosial lainnya.

Saya kasihan jika melihat anak sekolah begitu berat beban yang harus ditanggung. Siswa SD begitu sarat kurikulumnya hingga sampai di rumah masih dibebani PR menumpuk. Akibatnya tak ada waktu bagi mereka untuk sekadar bermain melepas penat dan kejenuhan rutinitas sekolah.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA