| Sabtu, 19 Januari 2008 | NASIONAL |
10 Proyek PLTU Ditarget Selesai 2010SEMARANG- Proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 10.000 megawatt (MW), diharapkan bisa memenuhi pasokan listrik di seluruh Indonesia. Untuk merealisasikan harapan itu, PT PLN (Persero) menargetkan sepuluh proyek ini dapat selesai paling lambat paruh pertama 2010. Demikian diungkapkan Direktur Sumber Daya Manusia dan Organisasi PT PLN (Persero), Djuanda Nugraha IW di kantor PLN Pikitring Area Jawa, Bali, dan Nusra di Jl Slamet Semarang, Jumat (18/1). Djuanda mengaku, keberhasilan proyek PLTU 10.000 MW sangat menentukan karena berkait erat dengan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM). Sebab saat ini kebutuhan BBM PLN per tahun mencapai sekitar 10 juta kiloliter (KL). Saat ini, PLN telah menandatangani empat kontrak PLTU di luar Jawa, yaitu PLTU Kepulauan Riau (Kepri) berkapasitas 2x7 MW, PLTU Nusa Tenggara Timur (NTT) 2x7 MW, PLTU Sulawesi Utara (Sultra) 2x10 MW, dan PLTU Kalimantan Tengah (Kalteng) 2x60 MW. "Dengan menggunakan bahan baku batu bara, bisa mengurangi pemakaian BBM untuk kebutuhan energi listrik," ujarnya. Sepuluh lokasi proyek berada di wilayah Jabar, Banten, Jateng dan Jatim. Lima lokasi yang terletak di Jawa Barat dan Banten ada di Suralaya Baru, Indramayu, Pelabuhan Ratu, Labuhan, dan Teluk Naga. Adapun di Jateng berada di Kabupaten Rembang dan Cilacap. Sedang di Jatim terletak di wilayah Tanjung Awur-awur, Pacitan, dan Paiton. Dia mengatakan, pengembangan proyek PLTU Cilacap merupakan pengalihan dari PLTU Tanjung Jati B Jepara, yang memiliki kapasitas sebesar 600 MW. "Saat ini proses pengerjaan proyek masih dalam tahap menuju pemilihan pemenang tender. Kami baru melakukan prakualifikasi. Setelah itu baru pengajuan penawaran dan pemilihan pemenang tender," katanya. Proyek itu diprediksi akan menghabiskan investasi sekitar 540 juta dolar AS dengan asumsi kebutuhan investasi 1 MW sebesar 800-900 ribu dolar AS. Dengan proyek sebesar itu, investor yang memungkinkan adalah pihak asing. Beberapa investor yang ikut dalam proses tender PLTU Cilacap antara lain China, Malaysia, dan Eropa. "Investor lokal baru mampu berinvestasi dalam skala kecil dan juga bahan baku energinya," kata dia. Sementara itu, PLTU Rembang saat ini masih dalam proses pengerjaan. "PLTU yang berkapasitas 300 MW ini akan siap beroperasi dua tahun lagi," kata dia. (J8-46) |