| Sabtu, 19 Januari 2008 | NASIONAL |
Irawady: Ada Oportunis di KYJAKARTA - Anggota Komisi Yudisial (KY) nonaktif, Irawady Joenoes menuding adanya kelompok oportunis di tubuh KY. Kelompok ini memiliki kepentingan untuk meloloskan pembelian tanah milik Freddy Santoso. Hal ini diungkapkan Irawady, saat menjadi saksi dengan terdakwa Direktur PT Persada Sembada Freddy Santoso, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan Rasuna Said Kuningan, Jumat (18/1). Freddy juga merupakan pemilik tanah di Kramat Raya No 57 yang dibeli oleh KY. Irawady mengaku mengetahui adanya rencana pemberian uang dari Freddy sebesar Rp 7 miliar hingga Rp 10 miliar kepada orang KY. Hal ini diketahui Irawady dari dua stafnya. "Saya pernah mengatakan hal ini dalam rapat pleno pengadaan tanah KY," ujarnya. Karena tidak ada tanggapan, dia bersama staf berencana mengungkap rencana tersebut. "Rencana tersebut tidak bertujuan membawa kasus ini pada proses hukum, tapi untuk membersihkan tubuh KY," tandasnya. Untuk itu, lanjutnya, dirinya berperan sebagai agen provokator untuk mengungkap rencana pemberian uang tersebut. Dia menjelaskan, yang dimaksud agen provokator adalah membujuk, memprovokatori atau memancing Freddy untuk memberikan uang, agar pemberian uang tersebut terbukti. Saat ditanya apakah dalam melaksanakan peran sebagai agen provokator tersebut diketahui Ketua KY Busyro Muqoddas, dia mengatakan, Ketua KY tidak mengetahui hal tersebut. "Namun, yang saya lakukan merupakan iktikad baik untuk membersihkan KY dari kelompok oportunis," kilahnya. Dia juga menilai, kesekjenan KY amburadul sehingga perlu diadakan pergantian. Menurutnya, Mahkamah Konstitusi saja dapat mengganti dua kali setahun, jika kinerja kesekjenannya tidak beres. "Kesekjenan KY dengan semua orang bawaannya amburadul. Banyak tender pengadaan yang tidak jelas, surat perjalanan dinas fiktif, dan lain-lain," tegasnya. Karena itu jugalah, Ketua KY mengeluarkan surat tugas pada tanggal 27 September 2007 yang intinya untuk membenahi kondisi tersebut. Menanggapi kesaksian Irawady, Freddy membenarkan sebagian. Tetapi dia membantah dirinya pernah menawarkan uang sebesar Rp 7 miliar hingga Rp 10 miliar kepada KY jika tanahnya dibeli dengan harga yang bagus. "Itu tidak benar, saya tidak pernah menawarkan uang itu," tandasnya. (J13-62) |