| Sabtu, 19 Januari 2008 | SEMARANG |
LERENG UNGARANKorban Longsor Dapat BantuanKENDAL- Korban tewas akibat tertimbun tanah longsor, Musno (45) penduduk Dukuh Teseh Desa Meteseh, Boja, Jumat (18/1) menerima bantuan tanggap darurat APBD II Rp 2 juta. Bantuan diserahkan langsung Wabup Dra Siti Nurmarkesi, kepada ahli waris korban di rumah duka. Musno yang sehari-hari bekerja sebagai buruh menggali tanah untuk bahan-baku pembuatan genting tersebut, Rabu (16/1) pagi mengalami nasib nahas. Bukit yang selama ini digali warga Dukuh Teseh, untuk diambil tanahnya mendadak longsor dan menimbun korban. Ketika dievakuasi beberapa saat kemudian, Musno sudah tak tertolong jiwanya. (G15-16) KPH Kendal Nominasi Ecolabel KENDAL- Perum Perhutani KPH Kendal serta KPH Kebonharjo, Blora, menjadi nominasi penerima sertifikasi ecolabel dari lembaga sertifikasi internasional wood mark. Terkait dengan hal itu, kedua KPH tersebut pada 15-18 Januari telah dilakukan re-audit sertifikasi. ''Saat ini kami sedang menunggu hasil re-audit tersebut. Pada prinsipnya pengelolaan kawasan hutan harus mengacu pada forest stewart council agar terjadi keseimbangan dan untuk kelestarian lingkungan hutan. Pengelolaan itu, dikelompokkan dalam kelola sosial, lingkungan dan produksi,'' kata Kabag Humas Perum Perhutani KPH Kendal Suharto, kemarin. (G15-16) Kirab di Gedongsongo UNGARAN - Untuk kali pertama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Kabupaten Semarang, Sabtu (19/ 1) ini pukul 09.00, menggelar kirab dan mengarak sembilan tumpeng di Candi Gedongsongo, Bandungan. Acara tersebut juga akan diisi dengan seni tradisional seperti rodat dan lain-lain. Kepala Dispartabud Drs Soeparwadi melalui tim kreatif Yossiady BS menjelaskan, kegiatan ini merupakan Ultah Gedongsongo. ''Tumpeng sembilan akan diarak ke atas candi,'' kata Yossi. (H14-16) |