| Sabtu, 19 Januari 2008 | KEDU & DIY |
Ratusan Orang Berebut Banyu Klemuk Kereta PusakaYOGYAKARTA - Ratusan orang saling berebut banyu klemuk (air bekas cucian) kereta pusaka Kanjeng Nyai Jimat dan Kiai Jatayu di Museum Kereta Rotowijayan, Yogyakarta, Jumat (18/1). Dua kereta pusaka milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini setahun sekali dibersihkan dan biasanya dilakukan pada Jumat atau Selasa Kliwon pertama setiap bulan Sura. Kebetulan Kliwon pertama bulan Sura jatuh pada Jumat Kliwon. Jadi pada hari itu semua pusaka milik Keraton mulai dari kereta atau benda-benda pusaka lainnya juga dibersihkan. Bersamaan dengan itu di dalam istana juga dilaksanakan upacara jamasan pusaka. Namun upacara tersebut tertutup untuk umum. Selain itu di makam Raja-raja Mataram Hastarenggo, Imogiri, Kabupaten Bantul juga dilaksanakan upacara nguras encek atau menguras gentong. Upacara yang sama juga dilaksanakan di Pura Pakualaman. Di tempat ini benda-benda pusaka termasuk kereta titihan KGPAA Paku Alam VIII juga dibersihkan. Upacara jamasan kereta Kanjeng Nyai Jimat dan Kiai Jatayu dipimpin Lurah Notomaryono, putra almarhum KRT Kudowijoyo, dan disaksikan ratusan warga dan puluhan wisatawan asing yang kebetulan tengah singgah di Kota Pelajar. Kereta Kanjeng Nyai Jimat buatan Belanda tahun 1755 merupakan kendaraan Sri Sultan Hamengku Buwono I. Adapun kereta pusaka Kiai Jatayu adalah titihan Sri Sultan Hamengku Buwono II. Tirakatan Meski upacara jamasan baru dimulai pukul 10.00, namun sejak pagi sudah banyak warga Yogyakarta dan sekitarnya berkumpul di halaman Museum Kereta Rotowijayan. Bahkan malam sebelumnya (malam Jumat Kliwon) sampai ada yang rela tidur di tempat itu sambil mengikuti tirakatan. ''Kula sampun wingi ndalu wonten mriki (Saya sudah sejak kemarin malam ada di tempat ini),'' kata Ny Parjinah warga Godean, Sleman. Dia rela bermalam dan berdesak-desakan hanya ingin mendapatkan banyu klemuk. ''Kula badhe ngalap berkah (Saya akan mencari berkah),'' ujar Poniran, warga Gunungkidul. Konon air itu memiliki khasiat seperti bisa terkabul permohonannya. Misalnya, dapat membuat awet muda, panjang umur serta sukses dalam berkarya dan belajar. Selain itu, bagi para pedagang mempercayai bahwa air tersebut bisa memberi berkah seperti jualannya cepat laku atau habis. Sementara itu, bagi petani, khasiat banyu klemuk dapat untuk mengusir hama wereng dan membuat hasil panennya meningkat lebih banyak dari biasanya. ''Hampir tiap tahun saya selalu mengikuti upacara ini,'' kata Mbah Mangun, warga Bantul. Menurut dia, setiap upacara jamasan kereta dirinya selalu berusaha mendapatkan air tersebut untuk kemudian sebagian ditaburkan ke sawah miliknya dan sebagiannya lagi disimpan. (sgt-70) |