| Sabtu, 19 Januari 2008 | BANYUMAS |
JALUR SELATANPJU Baru Hemat Anggaran 30%MAGELANG-Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang baru, mampu menghemat anggaran pembayaran listrik sekitar 30 persen. Keuntungan lainnya di samping Kota Magelang menjadi terang pada malam hari dan mengurangi aksi kejahatan, juga diharapkan bisa menarik investor. ''Pemasangan sudah selesai, sekarang tinggal finishing,'' kata Wali Kota Magelang H Fahriyanto, kemarin. Dia menerangkan, dengan kotanya menjadi terang maka orang luar yang lewat menjadi senang, karena tidak lagi gelap seperti dulu. Harapannya, perputaran uang pada malam hari meningkat, sebab banyak orang yang berjualan. ''Khusus di tengah alun-alun dipasang satu tiang setinggi 30 meter dilengkapi enam buah lampu. Setiap lampu berkekuatan 1.000 wat dengan radius sinarnya mencapai 150 meter. Ini merupakan bonus dari kontraktor,'' ungkapnya. Menurutnya, PJU yang baru dilengkapi sistem pada setiap pukul 22.00 seluruh lampu secara otomatis menjadi redup. ''Garansi PJU selama dua tahun,'' ujarnya dengan menambahkan, lampu-lampu lama dipindahkan ke wilayah pengembangan kota.(P60-39) 19.320 Warga Buta Aksara MAGELANG-Sebanyak 19.320 warga Kabupaten Magelang dilaporkan masih buta aksara. Dinas Pendidikan berusaha tahun ini tak ada lagi buta aksara. Karena Program Pemberantasan Buta Keaksaraan Fungsional (PBKF) berakhir bulan ini. ''Kami yakin tahun ini tak ada lagi warga yang buta aksara,'' kata Drs Ngaderi Budiono, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, kemarin. PBKF dilaksanakan sejak 2006 lalu. Namun karena jumlah warga yang mengalami buta aksara cukup banyak dan terkendala pencairan anggaran, baru dapat diselesaikan tahun ini. Anggaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan PBKF berasal dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. "Kami bekerja sama dengan PKK, Muslimat NU dan Aisiyah. Dan itu sudah ada nota kesepakatan bersama. Di samping itu, juga dibantu beberapa Perguruan Tinggi (PT) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN),'' tuturnya. Warga binaan tak hanya diajari baca tulis serta berhitung, tetapi juga beberapa ketrampilan. Diharapkan setelah itu, mereka bisa menerapkannya untuk meningkatkan kesejahteraannya.(pr-39) Produksi Durian Anjlok PURBALINGGA- Musim yang tidak menentu, membuat bunga durian berguguran. Akibatnya hanya sebagian kecil dari mereka yang tumbuh menjadi buah berduri itu. ''Saat kemarau, justru berkali-kali turun hujan. Sebaliknya, saat musim hujan, panas terik terjadi berhari-hari. Akibatnya, banyak tanaman kami tidak kuat,'' keluh Ropingi (31), warga Pengadegan. Menurutnya, cuaca yang tak menentu menyebabkab bunga durian yang mestinya bisa berkembang menjadi calon buah, akhirnya rontok. Akibatnya jumlah bunga yang masih bisa bertahan dan menjadi calon buah tinggal sedikit. Camat Pengadegan Kisno Wiyandono telah mendengar keluhan para petani durian itu. Namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena masalah itu terkait dengan kondisi alam. ''Musim yang tidak menentu ini menyebabkan bunga yang berkembang menjadi buah hanya sedikir, sekitar 10-20 persen saja,'' katanya.(F10-74) Penderita Chikungunya Jadi 47 MAJENANG-Dalam observasi lanjutan tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan Puskesmas Majenang I terungkap ada gejala yang mengarah pada wabah chikungunya. Hal itu didasarkan pada gejala yang terjadi di RT 02, 03, dan 04 RW 07 Dusun Cileumuh Timur, Desa Cilopadang, Kecamatan Majenang. Kebanyakan penderitanya merasakan sakit kepala, demam tinggi, dan ngilu pada persendian. Selain itu, mual, sakit tenggorokan, lidah kusam, dan kulit kemerah-merahan. Rasa ngilu pada persendian merupakan salah satu gejala khas penyakit chikungunya. Misalnya yang dialami Ny Sakinah warga RT 02 RW 07. Dia mengungkapkan gejala yang dialami adalah pusing, tenggorokan sakit, dan sendi ngilu. Sakit yang dia alami sudah berlangsung sekitar sepekan. "Kaki saya terasa mrengkel," tuturnya, kemarin. Kepala Puskesmas Majenang I dokter Pramesti Griyana Dewi MKes menyatakan penyakit itu tidak mematikan dan bisa disembuhkan. Ia berpesan agar warga tidak terlalu panik menghadapi. (J11-27) |