| Sabtu, 19 Januari 2008 | BANYUMAS |
Puluhan Ribu Warga Saksikan Sedekah LautCILACAP-Kota Cilacap pagi kemarin ingar-bingar karena ada acara ritual sedekah laut yang biasa digelar bersamaan dengan perayaan tahun baru Jawa. Sedekah laut itu merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat, terutama nelayan atas karunia yang diberikan Tuhan kepada mereka. Puluhan ribu warga Cilacap dan sekitarnya, misalnya Banyumas, Kebumen, dan Purbalingga tumpah ruah sejak halaman Pendapa Wijayakusuma Sakti sampai Teluk Penyu. Ritual dimulai sejak Kamis malam. Masyarakat berkumpul di pendapa melakukan tirakat. Kemarin pagi joleng diarak dari halaman pendapa. Sebelumnya dilakukan prosesi yang menggambarkan penyerahan Joleng Tunggul (sasaji utama) dari Adipati Cakrawerdaya III (Bupati Cilacap ke-3) kepada seorang tumenggung yang memimpin arak-arakan sejauh lima kilometer itu. Arak-arakan terdiri atas 120 prajurit, barisan pembawa 14 umbul-umbul, dua kereta kuda, dan iring-iringan sembilan joleng yang delapan di antaranya berasal dari kelompok-kelompok nelayan. Selain iring-iringan joleng, sedekah laut kemarin diramaikan berbagai kelompok kesenian. Ada sing-singan (singa-singaan), kenthongan thek-thek, barongsai, egrang, bahkan organ tunggal. Bupati Cilacap Probo Yulastoro dan tamu undangan ikut naik sing-singan yang bergerak lincah mengikuti iringan musik. Setiap kelompok kesenian melakukan atraksi di depan panggung kehormatan, tempat para pejabat dan tokoh masyarakat duduk. Dilarung Di kanan dan kiri jalan menuju Teluk Penyu penuh warga yang ingin menonton arak-arakan tersebut. Mereka kemudian mengikuti arak-arakan. Sampai di Pantai Teluk Penyu sesaji diserahkan kepada sesepuh nelayan Pandanarang, dilanjutkan doa bersama. Setelah itu kesembilan joleng dinaikkan ke perahu dan dibawa ke tengah laut dekat Pantai Nusakambangan untuk dilarung. Suasana pun riuh. Banyak warga yang ikut menyaksikan larung kesembilan joleng. Jumlah perahu yang mengikuti sekitar 1.500 buah terdiri atas 750 perahu compreng dan 750 perahu fiber. Wahadi, pengunjung dari Kebumen mengatakan sengaja datang ke Cilacap untuk menyaksikan prosesi sedekah laut. Bagi masyarakat pesisir selatan acara itu memiliki makna tersendiri. ''Kehidupan kita sehari-hari tak lepas dari laut. Ada nilai sakral yang tidak bisa digambarkan dengan kata dalam sedekah laut,'' tuturnya. Dia berharap ritual itu tidak akan punah oleh kemajuan zaman, sehingga ikatan emosional antara masyarakat dan laut selalu terjaga. Sidharta Nugroho, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran pada Dinas Pariwisata Cilacap mengatakan pemkab menjadikan sedekah laut sebagai kegiatan tahunan. Selain merupakan budaya warisan leluhur, diyakini ritual itu tidak sekadar sebuah prosesi namun memiliki nilai tersendiri di mata masyarakat Cilacap. ''Sedekah laut juga merupakan kegiatan tahunan yang sudah menjadi budaya nelayan,'' tambahnya. Pemkab berharap kegiatan tersebut dapat menunjang upaya pemkab untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. (G21-27) |