logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Januari 2008 NASIONAL
Line

Poppy Usung Program Grameen Bank

  • Tamzil Tolak Tawaran Jadi Wagub

SM/dok
  • Poppy Dharsono

PEKALONGAN - Calon gubernur Poppy Dharsono memfokuskan program pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) untuk penanggulangan kemiskinan saat adu program dalam sosialisasi bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari PKB, di Atrium Palace Hall Jl Merdeka 22, Kota Pekalongan, Kamis (17/1).

Dengan ''Panca Dharma Poppy Dharsono'', perancang busana nasional itu mengadopsi pemikiran ekonom Bangladesh yang mendapatkan Nobel Perdamaian 2006, M Yunus melalui Grameen Bank yang mampu mengentaskan masyarakat miskin.

Belajar dari itulah dia akan memberikan kredit lunak kepada UKM. ''Saat ini sektor mikro sangat terpukul dengan kondisi ekonomi saat itu. Perlu ada suntikan kredit lunak bagi mereka, sehingga masih tetap terus berkarya,'' katanya di hadapan pengurus cabang PKB se-eks Karesidenan Pekalongan.

Forum itu menghadirkan cagub Poppy Dharsono dan Agus Suyitno dengan tiga cawagub Bisri Romly (anggota DPR RI), M Djasri (bupati Banjarnegara), dan Muh Thoha (wakil bupati Sukoharjo).

Tidak Signifikan

Menurut Poppy, provinsi ini memiliki jumlah UKM terbanyak di Indonesia, yaitu 3,7 juta UKM (BPS 2006). Namun tidak terlalu signifikan menunjang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah (sektor industri secara keseluruhan hanya menyumbang 6,4%).

Padahal UKM yang tersebar itu sebenarnya meliputi produk-produk komoditi yang sangat beragam yang sebagian besar komoditinya merupakan basis sumber industri. Misalnya industri batik di Pekalongan yang selama ini masih tersendat perkembangannya.

Dalam sosialisasi ini dia meminta kepada PKB untuk tidak membedakan perempuan dalam kancah politik. ''Selayaknya PKB memberikan kepercayaan kepada perempuan untuk jadi pemimpin,'' tandasnya.

Mantan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Agus Soeyitno dalam misinya ''Mewujudkan Masyarakat Jateng yang Damai, Makmur, Cerdas dan Bermartabat'', menilai pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja dan mengurang tingkat pengangguran.

Selain itu, penyiapan pendidikan dan pengentasan buta aksara hendaknya menjadi prioritas pemerintah. Dengan misi sederhana ini dia yakin bisa dicerna dan dilaksanakan oleh pemerintahan mendatang. ''Praktis namun taktis,'' kata Agus.

''Kami sebenarnya mengundang 250 orang dari pengurus dan tokoh PKB se - eks Karesidenan Pekalongan, namun ternyata yang hadir sekitar 350-an orang,'' tambah Koordinator Sosialisasi Cagub dari PKB untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan, Irfani Rosyid

Tolak Tawaran

Sementara itu, Bupati Kudus HM Tamzil tetap akan maju sebagai bakal calon gubernur dan menolak tawaran agar menjadi orang nomor dua (wakil gubernur). ''Saya belum berpikiran ke arah sana (wagub-red),'' tandasnya, Kamis (17/1).

Pernyataan Tamzil itu untuk membantah lontaran mantan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Agus Suyitno saat sosialisasi cagub dan cawagub di DPW PKB Jateng, Rabu (16/1), yang memintanya untuk berpasangan dalam pilgub Jateng mendatang.

''Ungkapan itu sangat mengada-ada. Sama sekali saya tidak pernah ketemu atau berkomunikasi dengan beliau membicarakan pilgub. Kalau ketemu secara kedinasan ya. Terakhir saat beliau bersama jajaran Kodam IV memberikan bantuan banjir di Kudus lalu,'' katanya. Tamzil menegaskan dirinya mendaftarkan ke PKB dalam kapasitas sebagai calon gubernur. Karena itu aneh jika disebutkan dia melobi Agus untuk menjadi cawagub.(H37,H7,A15-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA