| Kamis, 17 Januari 2008 | SALA |
SubosukowonosratenStaf Disnaker Tipu NakerSOLO- Staf Disnaker Sragen, Derajat Budi Bawono SE MM (39) diduga terlibat kasus penipuan calon tenaga kerja. Dia ditangkap tim Reskrim Polwil Surakarta di tempat tinggalnya di Jalan Rinjani Dalam 8 A/6, Mojosongo, Jebres, beberapa hari lalu. Kapolwil Surakarta Kombes Pol Yotje Mende menegaskan, tersangka semula menawarkan pekerjaan di dua bank di Yogyakarta kepada Anna Tristyanti (25) warga Sekar Jalak RT 02 RW I, Margoyoso, Pati. Syarat untuk bisa diterima di bank adalah dengan memberi uang pelicin. Mei 2007, korban menstranfer uang Rp 7 juta sebagai syarat untuk bisa bekerja di Bank Lippo Cabang Yogyakarta. "Namun pada waktunya, janji tersebut tidak pernah ditepati," tegas Yotje Mende melalui Kasubbag Reskrim Kompol Mukhamad Ngajib. Dua minggu setelah menyerahkan surat lamaran, korban tidak pernah dipanggil untuk melakukan tes wawancara. Sekali kena tipu, korban masih percaya kepada tersangka yang masih menawari pekerjaan di BPD Cabang Yogyakarta. (G11-50) KAMMI Desak Usut Soeharto SOLO - Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), komisariat Solahudin al Ayubi meminta pemerintah tegas soal kasus Soeharto. Hal itu mereka ungkapkan saat menggelar aksi di Ndalem, Kalitan, Rabu (16/1). Aksi yang diikuti belasan mahasiswa tersebut juga membawa bunga sebagai ungkapan rasa kepriha0tinan. Bunga tersebut diterima oleh salah seorang satpam Ndalem Kalitan, karena mereka tidak diperbolehkan masuk. Dalam orasinya, mereka meminta pemerintah tegas menyelesaikan kasus mantan penguasa Orde Baru tersebut. Sebab, hingga saat ini masalah tersebut tidak ada ujung pangkalnya. Pemerintah dinilai lambat dalam bertindak. Hal itu dibuktikan dengan tawaran pemerintah soal penyelesaian kasus Soeharto di luar hukum. (H46,G11-50) Belum Pasti Terima APBD SOLO- Adanya kemungkinan kucuran dana untuk Persis menimbulkan sejumlah komentar di kalangan anggota DPRD Kota Surakarta. Informasi yang berkembang, dana Persis yang akan diajukan besarnya 1/3 dari pengajuan 2007 atau sekitar Rp 6 miliar. Jumlah ini lebih kecil dibanding bantuan tahun lalu yaitu Rp 10 miliar. Fraksi Partai Demokrat (FPD) mengatakan, kalau kucuran tersebut masuk dalam bantuan keuangan KONI dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan penca lain. Apalagi, kemungkinan angka yang diajukan bahkan lebih besar dari alokasi untuk KONI. "Memang pada Peraturan Mendagri yang baru ada sinyalemen kalau penganggaran itu dimungkinkan. Namun, kalau untuk pembiayaan klub sepak bola tidak bisa." Hal senada diungkapkan Bimo Putranto, anggota FPDI-P. Menurutnya, pengajuan tersebut kurang tepat mengingat banyak hal yang masih menjadi sorotan publik belum bisa terselesaikan, salah satunya pertanggung jawaban penggunaan dana Persis sebelumnya. (J6-50) Giri Bangun Ditutup 3 Hari KARANGANYAR - Sesuai permohonan Kepala Rumah Tangga Cendana Kol Inf Sudirman Rifai, untuk meluaskan akses ke Giri Bangun, tebing di atas longsoran jalan harus dikepras. Untuk itu jalan harus ditutup minimal tiga hari. "Ini kan menyangkut urusan yang belum bisa diketahui kapan pastinya. Karena itu kami bingung apakah jadi dikepras atau tidak," kata Ir Sanitiyoso, Kasubdin Jalan dan Jembatan Dinas PU, kemarin. Jalan di tikungan berbentuk huruf S, yang persis di bawah Astana, memang longsor di tiga tempat. Sepekan lalu, Dinas PU melebarkan jalan tepat di lokasi longsoran. Namun jalan masih dirasa menikung tajam. Bagian inilah yang oleh Kol Sudirman dinilai cukup membahayakan jika dilalui. Sebab jika dilewati kendaraan berat lebih 5 ton, harus sedikit menepi ke sisi kiri. Padahal sisi kiri itulah yang rawan longsor. "Bupati menyarankan agar tebing yang berbelok-belok itu diluruskan saja, sehingga jalan bisa diperlebar sekitar satu meter. Dengan begitu, kendaraan besar seperti bus mini, atau sedan berbodi besar seperti Marcedes Benz bisa masuk dengan nyaman," kata dia.(an-63) Harga Elpiji 12 Kg Naik SUKOHARJO - Permintaan tabung gas elpiji untuk rumah tangga meningkat, seiring terjadinya kelangkaan minyak tanah di Sukoharjo. Namun kenaikan permintaan itu tidak diiringi stok tabung, sehingga permintaan pasar tidak terpenuhi. Harga elpiji 12 kg di beberapa pengecer juga naik hingga mencapai Rp 62.000, meskipun tidak ada pengumuman resmi soal kenaikan harga. Sementara harga elpiji ukuran 50 kg resmi naik dari Rp 316.000 menjadi Rp 397.000. Suhendro, pemilik pengecer elpiji Agung Jaya di kawasan Gayam, Sukoharjo mengaku, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari dealer elpiji soal kenaikan harga gas ukuran 50 kg tersebut. "Di televisi juga sudah diberitakan. Tapi kalau pemberitahuan lewat surat resmi, kami belum terima," kata dia, Rabu (16/1) kemarin. Namun untuk elpiji ukuran tabung 12 kg, dia masih menjual dengan harga normal Rp 55.000 per tabung. "Kalau yang 12 kg saya tidak dapat pemberitahuan soal kenaikan harga. Jadi ya tidak berani menaikkan harga," tuturnya. Di kawasan Kartasura, harga elpiji naik sejak beberapa waktu lalu. Kenaikannya bertahap, mulai dari Rp 56.000, hingga sekarang mencapai Rp 60.000 sampai Rp 62.000. (H44-67) |