logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 SALA
Line

Membordir Mudah, tapi Butuh Ketekunan

"ASALKAN bersungguh-sungguh dan tekun, ternyata membordir itu mudah, padahal pada hari-hari pertama memegang mesin ini (alat bordir-red) terasa canggung," papar Tatin (36). Ibu rumah tangga yang beralamat di Jetiskarangpung itu mengungkapkan, kemampuan membordirnya sudah lumayan dibandingkan beberapa hari lalu. Dia mengaku bisa membuat bordir bermotif bunga dan daun setelah berlatih selama sepekan.

Bersama Tatin, 20 ibu rumah tangga dan remaja putri selama dua bulan dilatih menjahit bordir di aula Kantor Kecamatan Kalijambe, Sragen. Mereka berasal dari 13 desa. Rencananya para wanita itu akan diajari teknik membordir hingga akhir Januari ini.

Dua pelatih yang uniknya laki-laki mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, hingga peserta pelatihan menjadi terampil dan mampu memproduksi sendiri.

"Dua pekan lalu peserta dikenalkan pada peralatan bordir, teknik membuat motif dan membordir. Saat ini peserta sudah mampu memproduksi beberapa motif," jelas Sutrisno salah satu instruktur, kemarin.

Buka Usaha

Winarsih (23) seorang peserta pelatihan asal Dukuh Keden, Desa Randusari, yang sudah memiliki pengetahuan dasar jahit-menjahit merasa terbantu sekali dengan pelatihan membordir tersebut. Dia berharap setelah menyelesaikan pelatihan bisa langsung membuka usaha sampingan di rumahnya.

"Saya berencana membeli mesin jahit bordir dan membuka usaha ini setelah pelatihan ini selesai," kata dia.

Suparno, instruktur bordir dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sragen mengatakan, peserta pelatihan ini sebelumnya sama sekali tidak memiliki pengetahuan membordir. Kalaupun ada yang memiliki kemampuan menjahit, sifatnya hanya coba-coba.

"Jadi pelatihan dimulai dari awal hingga selesai. Untuk memudahkan pelatihan kami memantu peserta selama dua bulan setiap hari," lanjut dia.

Sebanyak 30 mesin bordir didatangkan dari Badan Diklat, termasuk kain, benang dan perlengkapan lainnya.

"Semuanya dipersiapkan untuk membantu peserta agar secepatnya menyerap ilmu yang diberikan," katanya.

Camat Kalijambe Tugino menyatakan, program pelatihan yang dikhususkan bagi remaja putri dan ibu-ibu rumah tangga itu untuk memberdayakan kaum perempuan suapaya bisa meningkatkan perekonomian keluarganya. (Budi Sarmun S-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA