logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 PANTURA
Line

KELILING pantura

5 Titik Rel Rawan Ambles

PEKALONGAN - Sebanyak lima titik rel kereta api (KA) antara Sragi - Tegal rawan ambles. Sebab, tanah lintasan rel labil dan lembek. Kepala Resort 41 Pekalongan, Gunanto mengungkapkan, kelima titik itu berada di perlintasan rel antara Sragi - Comal, tepatnya di KM 102 Pemalang - Larangan di KM 132, 136 dan 141 dan Larangan - Tegal di KM 164.

Ketika melintas lokasi tersebut, KA harus hati-hati. "Struktur tanah di lima titik perlintasan rel itu labil dan lembek. Potensi rawan ambles dapat terjadi, apalagi saat musim hujan seperti ini," katanya. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan KA, pihaknya rutin memeriksa seluruh perlintasan rel, terutama di wilayah Resort 41.

Di antaranya, Kuripan, Subah sampai dengan Tegal. Pengecekan dilakukan oleh juru pemeriksa jalan (JPJ) selama dua kali, yaitu setiap pagi dan sore.

Dia mengatakan, petugas segera melakukan perbaikan apabila menemukan kejangkalan pada rel. Dalam bertugas, mereka dilengkapi dengan alat dan material untuk siaga (AMUS). (J17-61 )

Disuruh Pindah, Mengeluh

PEMALANG - Sejumlah pedagang di pinggir pantai kawasan wisata Widuri, Pemalang mengeluh karena disuruh pindah dan membongkar warungnya. Mereka minta diperbolehkan menempati lokasi pinggir pantai, karena strategis untuk berjualan. Setiap hari lokasi itu selalu ramai didatangi pengunjung.

Apalagi pada hari libur, pengunjung mencapai ratusan orang. Salah seorang pedagang, Srimulyati (40) menuturkan, dia dan rekan-rekannya sebenarnya keberatan dipindah ke tempat penampungan, yaitu di kompleks makam keramat yang masih di dalam kompleks Pantai Widuri. Pasalnya, tempat itu sepi. Pengunjung lebih senang berada dekat pantai.

Kepala Bidang Perencanaan pada Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Drs Riyanto mengatakan, penertiban warung tersebut sudah melalui sosialisasi di pendapa objek wisata Widuri, Selasa (15/1) lalu. Acara dihadiri Kepala Dishubparbud Drs Bambang Sukojo MM, Muspika, perangkat desa, dan para pedagang. Menurut Kabid Pariwisata Drs Nugroho, pengelolaan Pantai Widuri sudah dibuat perda. Pinggiran pantai merupakan wilayah yang harus bebas pandang agar pengunjung bisa menikmati laut dengan bebas. (sf-65)

KPH Sita 20 Jati Ilegal

SLAWI- Personel Polisi Hutan (Polhut) Perhutani KPH Balapulang menyita 20 batang kayu jati yang diduga ilegal di kawasan hutan negara BKPH Larangan, RPH Wlahar, tepatnya di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, kemarin. Sebab, kayu-kayu tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Petugas juga mengamankan mesin pemotong kayu.

Wakil Adm KPH Balapulang Widodo Budi Santoso SHut melalui Humas Juli Kusnadi mengatakan, pelaku penebangan kayu-kayu itu diduga berjumlah 3-4 orang. Hingga kemarin pihaknya masih mencari pemilik mesin pemotong dan 20 kayu jati tersebut. Menurutnya, penyitaan itu bermula ketika personel Polhut yang dipimpin Komandan Regu Joko Nuswantoro melakukan operasi rutin. Sesampainya di lokasi kejadian, mereka menemukan 20 batang kayu jati dan mesin pemotong kayu. Untuk penyelidikan lebih lanjut, barang bukti diamankan di KPH Balapulang. (H3-65)

Dianggarkan Rp 700 Juta

BUMIAYU- Penataan Pasar Hewan di Kecamatan Bumiayu terus dilakukan. Setelah mengalokasikan anggaran untuk membebaskan tanah, Pemkab kembali mengucurkan dana APBD 2008 untuk membangun fisik pasar.

''Pembebasan tanah untuk perluasan pasar hewan sudah dilakukan melalui APBD 2007. Tahun ini dikucurkan anggaran Rp 700 juta untuk membangun fisik pasar," kata Imam Santoso, anggota Komisi B DPRD Brebes, kemarin. Menurut Imam, pelaksanaan proyek akan dimulai setelah melalui proses lelang selesai Maret mendatang. Pasar yang akan dibangun itu nantinya menampung para pedagang yang biasanya mangkal di sepanjang tepi jalan.

''Saat pasaran wage, ada lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sepanjang jalan," kata Imam. Komisi B yang membidangi anggaran dan pendapatan sangat mendukung rencana perluasan pasar hewan. (H51-65)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA