logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 PANTURA
Line

Penjualan Kecap Juga Lesu

  • Turun hingga 25 Persen

BREBES - Perajin kecap di Kabupaten Brebes kini mengeluhkan lesunya usaha yang digeluti. Penjualan produksi mereka saat ini turun hingga 25 persen. Itu terjadi karena pengaruh tingginya harga kedelai di pasaran.

Hendra (45), perajin kecap di Kecamatan Tanjung, Brebes menuturkan, lesunya penjualan kecap terjadi mulai awal Januari lalu.

Permintaan konsumen turun akibat terpengaruh tingginya harga kedelai. Kondisi demikian membuat omzet perajin anjlok. ''Saya semula mampu menjual produksi hingga 2.400 botol/ hari, tetapi saat ini hanya 2.100 botol/ hari,'' jelasnya.

Akibat turunnya tingkat penjualan, kata dia, produski kecap pun terpaksa ikut dikurangi. Itu dilakukan untuk menekan biaya produksi dan menghindari kerugian yang besar. Biasanya, seminggu mampu berproduksi hingga lima kali. Namun, pascapermintaan berkurang, produksi diturunkan dan hanya tiga kali seminggu.

''Kalau kondisi terus seperti ini, kami akan rugi besar. Apalagi, harga bahan lainnya naik. Untuk minyak tanah saja, saya harus beli Rp 3.000/ liter. Sementara kebutuhannya mencapai 20 liter/ produksi,'' keluhnya.

Pengaruh Pasar

Umar (40), perajin lainnya mengatakan, turunnya penjualan terjadi karena harga kedelai di pasaran tidak stabil. Saat ini harga kedelai hitam sebagai bahan baku kecap Rp 6.500/ kg. Sebelumnya, harga bahan baku utama itu mencapai Rp 10.000/ kg.

''Saya sendiri tidak tahu alasan permintaan turun. Namun, yang jelas terpengaruh pasar. Terutama, dampak dari kenaikan kedelai putih,'' terangnya.

Menurut dia, meski kondisi lesu, pihaknya tetap berusaha berproduksi. Sebab, turunnya penjualan tersebut diprediksi tidak akan berlangsung lama. Dua hingga tiga bulan kedepan diperkirakan akan kembali normal.

''Kalau masalah naiknya harga kedelai putih, usaha kami tidak terpengaruh. Sebab, bahan baku kami kedelai hitam,'' paparnya. (H38-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA