logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 WACANA
Line

Surat Pembaca

Ditubruk Bus Sinar Jaya

Kejadian ini dialami suami saya pada 26 Desember 2007 pukul 05.00 saat naik Avansa D 1163 JQ yang sedang berhenti di lampu merah terminal Wates Yogya. Tiba-tiba dari arah belakang mobilnya ditabrak bus Sinar Jaya B 7964 VB hingga terdorong 7 meter. Untung mobilnya pada posisi di depan, sebab kalau tidak bisa bayangkan kendaraan lain juga jadi korban.

Setelah terjadi kesepakatan dengan pihak pengurus bus, mobil dibawa ke Nasmoco dengan biaya sebesar Rp 12.228.600 karena bodi bagian belakang rusak cukup parah. Pertemuan pertama terjadi di Polsek Wates namun pengurus bus belum memberikan jawaban. Kedua terjadi di rumah saya, pihak bus cuma sanggup mengganti Rp 4.000.000 dan dilanjutkan melalui telepon Rp 5.000.000 sampai Rp 6.000.000 saja.

Namun sampai berita ini dikirimkan belum terjadi kesepakatan ongkos. Cobalah pihak bus Sinar Jaya mengerti bahwa suami saya adalah korban dari sopir yang ugal-ugalan di jalan raya. Seharusnya di lampu merah berhenti tapi malah menubruk. Kenapa selaku korban harus dibebani lagi dengan biaya yang sangat besar. Dimana letak keadilan atau memang beginikah sikap pengurus bus ?.

Ternyata benar apa yang diberitakan banyak orang mengenai kelakuan kru bus Sinar Jaya yang ugal-ugalan, tidak menghargai nyawa orang lain dan menganggap enteng semua masalah. Saya imbau masyarakat lebih waspada dan hati-hati memilih alat transportasi. Jangan memilih yang ugal-ugalan dan tidak mau bertanggung jawab.

Muji Mulyaningsih

Katerban RT 1/RW 3, Kutoarjo

SPBU Ngaliyan

Ada pengalaman menggelikan yang saya alami di SPBU Ngaliyan Semarang pada 12 Januari 2008. Saya membeli bensin hanya Rp 2.000 dan mungkin ini jadi pengalaman sekali seumur hidup. Mulanya saya berniat membeli Rp 10 ribu dengan uang Rp 50 ribu. Pegawai bertanya apakah saya bersedia pengembaliannya menunggu pembeli lain di belakang saya (kalau ada).

Padahal di depan saya sudah ada 2 orang yang juga ngantre nunggu kembalian. Saya bingung harus bagaimana, karena isi tangki sudah mepet. Akhirnya, saya dapatkan uang pecah di dompet sejumlah Rp 2 ribu dan saya pun membeli sejumlah itu. Seumur-umur, baru kali ini saya membeli bensin Rp 2 ribu di pompa bensin.

Untuk SPBU Ngaliyan, mengapa ini bisa terjadi seperti itu. Pelayanmu tersenyum kecut ketika antrean di belakang berkata bahwa ternyata di pompa bensin Ngaliyan bisa beli bensin Rp 2 ribu. Tolong diperbaiki pelayanannya.

AB Kusuma

Beringin Putih D2/14 Ngaliyan, Semarang

***

PLN Semarang Barat

Di era perdagangan bebas ini ternyata masih banyak warga Kota Semarang yang belum bisa menikmati listrik. Termasuk warga Mangkang Stasiun (RW 2 Karanggayam Kelutahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu). Bertahun-tahun ingin memasang listrik dan menguru, menyediakan biaya, menghubungi beberapa BTL namun belum bisa juga.

Hanya menunggu dan menunggu. Alasannya karena trafo telah OB (kelebihan beban) sehingga tidak boleh ada penyambungan baru lagi. Di wilayah Jl Mekar Raya (Kp Karanggayam) belum ada tiang listrik. Ketika ingin pasang baru dan menghubungi BTL lain juga menyatakan, wilayah Kp Karanggayam memang sulit memasang baru.

Kalau pun ada maka harus membeli trafo, beberapa tiang dan kabel. Pemesan bisa membeli secara bersama-sama (berkelompok) di wilayah tersebut. Misal dibiayai 15 sampai 20 orang. Jadi total biaya yang harus dibayar oleh masing-masing pemesan kira-kiranya Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta bahkan mungkin bisa lebih.

Pertanyaannya, apakah benar pemesan pemasangan baru harus menanggung biaya pembelian trafo dan tiang dan apakah PLN sebagai pemegang hak monopoli kelistrikan tidak membelikan dulu. Benarkah pemasangan baru di wilayah ini sulit atau dipersulit atau mungkin hanya diperas oknum tertentu yang memanfaatkan ketidaktersediakan listrik di wilayah ini.

Hal inilah yang saya mohonkan jawaban dari pihak PLN. Saya sudah 2 tahun menggunakan lampu teplok (sentir) untuk penerangan rumah baru di wilayah Karang-gayam. Banyak warga hanya menyalur dari tetangga yang kebetulan telah memiliki listrik. Satu sampai tiga warga terpaksa harus menyalur pada tetangganya (450 W).

Ada juga dua sampai empat keluarga menyalur tetangganya yang telah memiliki 900 W. Akibatnya mereka hanya boleh menyalakan beberapa lampu dan satu TV pada malam hari saja. Tidak menyalakan seterika, pompa air, lemari es, komputer, kipas apalagi kompor. Mohon bantuan PLN agar bisa merealisasi pemasangan baru di wilayah ini.

Upayakan asal logis, realistis, transparan dan tidak ada pemerasan. Dulu warga pernah kecewa kepada BTL karena telah membayar separo harga, namun belum menyala tanpa uang kembali. Mengapa di desa kabupaten lain pasang listrik mudah, tapi di Semarang malah sebaliknya. Bukankah Semarang harus menyediakan pelayanan lebih memuaskan kepada warganya?.

Bukankah Semarang Kota Pesona Asia. Lha kok banyak warganya yang belum bisa menikmati listrik. Padahal memperoleh listrik adalah hak setiap warga, terlebih di zaman modern. Hari gini masih pakai penerangan lampu teplok, memalukan.

Kusnoto

Tambakaji RT 2/RW 2 Ngaliyan, Semarang

***

Beasiswa Pramugari

Global Partner Service (GPS) bekerja sama dengan sebuah lembaga donasi di Yogyakarta membuka kesempatan kepada remaja yang berniat dan memiliki cita-cita bekerja di dunia penerbangan, untuk mengikuti Program Beasiswa Pendidikan Pramugari dan Ground Staff. Pendaftaran dibuka mulai 1 Januari 2008 s.d. 29 Februari 2008. Informasi hubungi kampus GPS Jl Kadisoka L 20 Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta telp (0274) 497 504.

Davi Noor Iswan

Manager Operasional GPS

***

Jujurkah Kita...

Bicara tentang kejujuran, timbul pertanyaan jujurkah kita terutama para pelaksana pemerintahan. Banyak orang bicara korupsi, penebangan liar dan sebagainya. Tindakan tersebur jelas jahat tapi apakah secara jujur para pejabat tersebut ingin memberantasnya. Ternyata banyak pihak justru memelihara kondisi seperti ini, agar tetap ada korupsi, pembalakan dan pelangaran lain.

Hal ini karena bisa menambah penghasilan bagi pejabat atau institusi tertentu yang bersinggungan dengan pelanggaran atau penyimpangan tersebut. Kalau semua orang secara bersama tertib, tentu tak akan ada pungli dan pemerasan. Tetapi ternyata sebagian dari mereka malah asyik dan enjoy dengan pelanggaran sehingga menumbuhsuburkan pungli dan pemerasan.

Walhasil kalau banyak yang enjoy dan terbiasa hidup tak tertib serta sudah menganggap lumrah maka nyaris sempurnalah kebobrokan negeri ini. Celakanya orang yang tertib justru menjadi barang langka dan aneh. Namun saya yakin, masih banyak orang baik di negeri ini. Hanya saja mereka acuh dengan kondisdi negeri seperti ini.

Andaikan mereka berniat dan berani menyuarakan kata hati dan berani muncul kepermukaan untuk menyatakan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, niscaya negeri ini akan menemukan jalan terang.

Hai orang-orang yang baik berbudi luhur tunjukkan dirimu untuk berbuat demi kemaslahatan rakyat banyak, kita betul-betul butuh pemimpin sejati bukan pimpinan aura munafik yang acak adut seperti sekarang.

Sudjarwo

Jl Padangsari 20, Semarang

Pemimpin Jadi Tumbal

Bekas Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto menjadi korban/tumbal pembunuhan keji dari tangan kotor bangsanya sendiri. Dia dibom bunuh diri setelah kampanye pemilihan presiden. Benazir Bhutto adalah pelopor yang gigih dan kharismatik dalam perjuangan reformasi di negaranya demi kebesaran bangsanya dan berdekasi tinggi membangun demokrasi, hak-hak bangsanya untuk masa depan.

Ironis, tumbal perjungan demokrasi peradapan rakyat telah berulang dialami para pemimpin bangsa seperti Filipina, India, Pakistan dan Indonesia misal Aquino (Filipina) tewas dibunuh setelah pulang dari pengasingan, Mahatma Gandhi, Indra Gandhi dan Rajif Gandhi (India) juga menjadi tumbal pembunuhan keji dari tangan-tangan kotor bangsanya sendiri.

Kemudian Benazir Bhutto dibom bunuh diri dan Ali Bhutto (ayahnya) sebelumnya telah digantung. Yang paling tragis adalahj Bung Karno, Bapak Kemerdekaan Indonesia, dibunuh pelan-pelan jiwa raganya tanpa perikemanusiaan dan dasar hukum. Beliau meninggal ngenes dikurung, dikucilkan, dipenjara oleh penggantinya.

Soekarno adalah pemimpin yang membangun bangsanya dengan gigih berlandaskan persatuan dan kesatuan, membela ketidakadilan perlakuan bangsanya oleh bangsa lain. juga mendidik moral/karakter bangsa dan kebhinnekaan dari Sabang sampai Merauke, menggali Pancasila sebagai dasar ideologi negara.

Beliau memelopori kebangkitan bangsa di dunia dalam menghadapi imperalis/kapitalis, mempresentasikan Pancasila ke seluruh dunia guna pembaharuan pola pikiran politik bangsa-bangsa tertindas serta menghilangkan kebodohan dan kemiskinan. Bung Karno menggemakan politik bebas dan guru besar politik bagi para pemimpin yang jadi tumbal tersebut, sekaligus guru besar ilmu politik antiimperalis, kapitalis, kolonialis.

Mengapa beliau dibunuh oleh bangsanya dan siapa dalangnya ?. Presiden Orde Baru yang harus dimintai pertanggungjawabannya. Soekarno tumbal besar bagi peradapan bangsa Indonesia yang menghendaki kebebasan dan demokrasi. Untuk itu saya ingin menasihati Megawati Soekarnoputri yang mencalonkan diri dalam pilpres mendatang agar berhati-hati dan jangan sampai jadi tumbal.

Indonesia saat ini penuh dengan manusia serigala dan luwak berbulu domba (banyak kawan di dalam selimut). Saya peringatkan Megawati : sak bejo bejane menungso kaang lali, isih luwih bejo menungso sing eling, waspada Ian ngati-ati. Juga selalu ingat kapada petunjuk Allah SWT. Jiwa Aquino, Mahatma Gandhi, Indra Gandhi, Rajif Gandhi, Soekarno, Ali Bhutto dan Benazir Butto tidak akan mati bagi bangsanya..

Bambang Poernomo

Jl Raya 36 Kranggan, Temanggung

***

Dilarang Mengeluh

Seiring menjamurnya bencana alam yang berimbas langsung bagi manusia, maka dapat dipastikan terjadi kesibukan yang berkaitan dengan urusan penanggulangan bencana tersebut. Karena sibuknya hingga m, mereka kebingungan mencari nafkah. Bagaimana tidak bingung. Mereka yang kesehariannya rutini pencarian nafkah, sekarang harus beristirahat menunggu bencana teratasi.

Dalam rentang penantian tersebut, tentu mereka mengalami krisis terutama segi ekonomi. Mungkin tak jadi soal bagi yang kaya. Tetapi bagaimana dengan yang tidak mampu atau miskin, pastinya akan ngresula atau mengeluh.

Mas Eko Prasetyo penulis muda dan produktif dari Jogja bilang "orang miskin dilarang sekolah", sebagai sindiran buat birokrat yang bertindak semena-mena lantaran memberi kebijakan yang memberatkan kaum miskin untuk bersekolah. Maka saya juga akan bilang "orang miskin dilarang mengeluh".

Larangan tersebut memang tidak menghebohkan tetapi lebih bersifat ajakan dan imbauan bagi saya pribadi atau mereka yang tergolong miskin agar tidak selalu mengeluh. Saya mengajak pembaca untuk tidak mengeluhkan tentang persoalan yang dihadapi. Seperti dalam iklan bahwa berpikir dan merenung saja itu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah, apalagi saling menyalahkan dan mengeluh.

Berani kotor, begitu lanjutan dari iklan tersebut, itu lebih baik daripada berdiam diri. Maksudnya, orang miskin tidak akan bertambah kaya hanya dengan berdiam diri. Melakukan sesuatu lebih baik walau hasilnya tidak bisa membuat kaya. Mari larang diri sendiri untuk tidak mengeluh. Jalani semua sebagai episode dengan besar hati dan tetap semangat menjalani hidup.

Dias Widhiyanto K

Mahasiswa Unnes, Sekaran, Semarang

***

Tiada Hari Tanpa Korupsi

Pada zaman pemerintahan Orba, jika ada koran atau TV berani memberitakan kasus korupsi yang dilakukan para pejabat maka risikonya akan dibredel dan si pelapor maupun wartawannya pasti mendapat nasib jelek.

Ingat tewasnya wartaman Udin merupakan korban sisa-sisa pemerintahan Orb. Tetapi sekarang di era reformasi dan transparasi, media berani memberitakan banyak kasus korupsi.

Setiap hari media berani membeber pejabat yang melakukan korupsi tanpa sungkan lagi. Dapat dimaklumi masih ada anggapandi masyarakat bahwa korupsi makin merajalela. Tapi sebetuInya tidak, cuma karena dulu kasusnya selalu ditutup-tutupi dan pelakunya merasa dilindungi sehingga tidak muncul di permukaan. Masyarakat dibikin "buta" dan penjara cuma diisi penjahat kriminal.

Kalau kini ada bupati, gubernur, menteri, DPR yang berurusan dengan hukum sampai dipidana maka sebenarnya merupakan kemajuan. Memang harus diakui sistem hukum di negeri ini belum bisa membikin kapok pelaku korupsi. Kenyataan, koruptor masih bisa tertawa di dalam maupun di luar penjara, dengan menikmati pesta.

Sementara pemerintah sendiri merasa ragu. Kalau semua koruptor ditindak tegas seperti di RRC bisa-bisa seluruh penjara tidak muat. Hukuman mati bisa mengurangi jumlahnya. Sayang kalau koruptor sampai habis sebab sudah tak ada lagi obyekan buat aparat hukum. Kemiskinan akan bertambah tetapi rakyat merasakan keadilan.

Ali Farkan

Pabelan RT 1/RW I, Kab Semarang.

***

Tentang PT Jamsostek

Berkenan tulisan saya di Surat Pembaca beberapa waktu lalu masalah klaim, saya ucapkan terima kasih kepada pejabat PT Jamsostek atas kebijaksanaannya memperhatikan dan menanggapi dengan baik keluhan tersebut sehingga klaim bisa keluar. Dengan peristiwa ini semoga PT Jamsostek lebih maju dan lebih baik kinerjanya dan menjadikan hikmah bagi semua pihak. Maaf bila ada hal yang kurang berkenan.

Listyaningsih

Jl Tlogo Asri 99, Semarang

***

Kuliah Gratis

Saat ini masyarakat terus dihantui bencana. Dari bencana tsunami Aceh hingga kini banjir dan longsor seakan tiada henti. Ini membuktikan terjadi ketidakseimbangan alam. Selain itu ujian bagi semua untuk membuka hati untuk membantu sesama. Pesantren Darut Taqwa memberikan solusi bagi lulusan SMTA yang ingin kuliah tapi tak punya biaya.

Dalam rangka membantu masyarakat kurang mampu pesantren ini memberi program sosial yaitu dengan memberikan kuliah gratis 100%. Di mana santri pagi bekerja pada sektor mebel sore kuliah bekerja sama dengan Universitas Terbuka jurusan manajemen. Kerja hanya digunakan untuk menopang biaya pendidikan. Bila biaya pendidikan telah tercukupi, santri sekaligus mahasiswa tersebut harus terfokus untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena pada dasarnya hidup menjadi mudah kalau punya ilmu. Banyak orang kini terjebak pada niat yang salah ketika sekolah.

Akibatnya kahikat ilmu pengetahuan tidak didapatkan sehingga akan mengalami kesulitan dalam berbagai hal setelahnya setelah lulus. Sekolah dibisniskan sehingga biayanya mahal dan rakyat kecil makin menderita. Lha wong labelnya sekolah kerakyatan, kok bayarnya mahal.

Dwi Purwanto (081393684535)

Jl Solo- Purwodadi Km 15, Sragen.

***

PDAM Kota Tegal

Mencermati berita di harian ini 5 Januari 2008 tentang warga RW XIII Panggung minta fasilitas air bersih karena iri RW X sudah mendapatkan fasilitas tersebut, saya sebagai warga RW VII mengingatkan agar RW XIII siap kecewa bila fasilitas tersebut sudah terpasang. Awalnya memang air lancar mengalir tapi sekarang jangan harap lagi.

Sudah 2 tahun lebih air PDAM tidak pernah keluar. Berbagai keluhan sudah disampaikan ke pihak terkait namun tidak pernah ada tanggapan. Barangkali sudah buta dan tuli atau masa bodoh dengan pelangan. Warga harus menunggu berapa tahun lagi agar air keluar di lingkungan warga RW VII Kelurahan Panggung ?

H Budi Raharjo SPd

Jl P Kemerdekaan Gg 16, Tegal


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA