logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 MURIA
Line

WORO WORO

Kerugian akibat Banjir Rp 251,5 M

KUDUS - Pemkab Kudus akhirnya merevisi total kerugian akibat banjir bandang dan bencana alam lainnya yang terjadi beberapa waktu lalu. Bila sebelumnya disebutkan nominal kerugian Rp 244 miliar, sekarang membengkak hingga Rp 251.586.875.600. ''Kami sudah melakukan pendataan terakhir,'' kata Kepala Kesbanglinmas, Ali Rifai, melalui Kasi Kesbang, Eko Hari Djatmiko, kemarin.

Bila sebelumnya nominal kerugian tidak seperti sekarang ini, karena belum semua data masuk ke Pemkab. Misalnya terjadi di Kecamatan Undaan, dari 16 desa yang ada, dua desa baru menyelesaikan rekapan kerugiannya. Data tersebut selanjutnya akan diajukan ke Menko Kesra, Bakornas, dan Gubernur. Harapannya, agar mereka membantu biaya perbaikan infrastruktur yang rusak itu. (H8-76)

TKCI Bantu Korban Bencana

PATI- Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir yang terjadi di Kudus, Pati dan sekitarnya, kemarin anggota Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Cabang Semarang, melakukan rangkaian kegiatan bakti sosial "Charity For Love". Puluhan anggota yang menjadi wakil TKCI memberikan bantuan berupa susu, bubur bayi, selimut, mi instan, air bersih, pakaian pantas pakai dan beberapa barang lainnya, di Dukuh Pengging Wangi, Desa Kasiyan, Pati.

Sembilan mobil dikerahkan untuk mengangkut bantuan kebutuhan pokok, termasuk di antaranya keperluan anak-anak korban banjir. Mereka sengaja memilih lokasi di pelosok desa yang belum tersentuh bantuan. Batuan tersebut didapat dari warga Kota Semarang yang peduli dengan penderitaan para korban banjir. (H21-36)

Alokasi Urea Minta Ditambah

BLORA- Pemkab Blora mengharapkan, kuota pupuk urea tahun 2008 lebih banyak daripada 2007. Hal itu untuk mencegah terjadinya kelangkaan pupuk di sejumlah kecamatan pada musim tanam tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) Blora, Prayitno melalui Kasubdin Perdagangan, Pujianto mengatakan, tahun 2007 Gubernur Jateng menetapkan Blora mendapatkan kuota pupuk urea bersubsidi 39.656 ton. Padahal, menurutnya, berdasarkan rencana kebutuhan pupuk yang dibuat Pemkab di tahun yang sama, jumlahnya 55.217 ton. Angka tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pupuk di setiap kecamatan dengan memperhatikan luas lahan pertanian. Selain itu, juga kebutuhan pupuk untuk subsektor tanaman pangan dan holtikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan. (H18-36)

Komisi Pangkas Anggaran Rp 2,5 M

REMBANG- Setiap Komisi di DPRD memangkas dana Rp 2,5 miliar dalam pembahasan Rancangan Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Rembang Tahun 2008.

Dengan pemangkasan itu, akan diperoleh dana Rp 10 miliar. Dana tersebut, menurut sejumlah sumber di Gedung Dewan, akan dimanfaatkan untuk peningkatan kegiatan aspirasi anggota DPRD.

Ketua Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) Rembang, Bambang Wahyu Widodo, menyatakan, sangat menyayangkannya.

Disebutkan, tahun 2007 lalu setiap anggota DPRD telah menerima bantuan kegiatan aspirasi Rp 25.000.000. Di tempat terpisah, Ketua Komisi C H Ahmad Fadholi mengaku, ada pemangkasan pada setiap komisi. Namun dia membantah apabila pemangkasan tersebut untuk peningkatan kegiatan aspirasi anggota DPRD. ''Di Komisi C, pemangkasan yang kami lakukan berdasarkan pada pertimbangan mendesak atau tidaknya sebuah kegiatan." (H19-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA