| Kamis, 17 Januari 2008 | SEMARANG |
Jalan Pantura Demak Rusak Parah
DEMAK- Ruas jalan pantura Demak, tepatnya di Karanganyar hingga Gajah, rusak parah akibat genangan air di sejumlah titik. Banyak lubang jalan berukuran besar, sehingga membuat arus lalu lintas berjalan pelan. Hampir setiap hari terjadi kemacetan panjang. Pengguna jalan memperlambat laju kendaraan agar terhindar dari lubang yang tertutup air. Apalagi, ruas jalan sepanjang 12 kilometer itu sempit, karena hanya bisa dilalui dua arus berlawanan. Rusaknya infrastruktur jalan mendapat sorotan Fraksi PDI-P DPRD Demak. Ketua FPDI-P Mugioyo meminta pemerintah pusat segera memperbaiki ruas jalan pantura Demak yang mengalami kerusakan parah. Pasalnya, kerusakan itu telah menghambat transportasi perekonomian darat dari Jakarta-Surabaya, dan sebaliknya. ''Kami berharap pemerintah pusat bertindak cepat untuk memperbaiki jalan tersebut, karena kerusakan berpotensi semakin parah,'' katanya di sela-sela pemberian bantuan kepada korban bencana alam, kemarin. Beberapa desa yang diberi bantuan beras, mi instan, kompor minyak tanah adalah Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar dan Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah. Mugiyono menambahkan, jalan pantura merupakan jalan nasional yang tanggung jawab perawatannya ada pada pemerintah pusat. Ia mengusulkan, selain butuh perbaikan segera, pantura Demak dari Karangananyar hingga Gajah juga perlu diperlebar. Sebab, ruas jalan utama itu sempit, hanya dua lajur. ''Kalau terjadi kerusakan atau ada kecelakaan pasti akan menimbulkan kemacetan panjang.'' Kerusakan infrastruktur jalan juga terdapat di jalan-jalan kabupaten. Kerusakan hampir merata, bukan hanya pada desa-desa yang terkena banjir. ''Tadi kami melihat beberapa titik ruas di Guntur, Bonang, dan Sayung yang rusak parah,'' ujar Mugiyono didampingi sejumlah pengurus FPDI-P. Terhadap kondisi itu, pihaknya mendesak Pemkab segera mengambil langkah untuk memperbaiki. Dari data yang ia peroleh, bencana banjir dan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Demak menjadikan sejumlah infrastruktur rusak. Di antaranya jalan nasional, jalan kabupaten, dan tanggul menjadi kritis. (H1-37) |