| Kamis, 17 Januari 2008 | SEMARANG |
Diduga Depresi, Pria Menceburkan Diri ke SumurSEMARANG-Budi Santosa (22), warga Jl Pedurungan Tengah, I, RT 6 RW 1, Palebon, Pedurungan, tewas setelah mencebur dirinya ke sumur yang terletak di belakang rumahnya, Rabu (16/1). Pria lulusan STM itu diduga secara sengaja menceburkan diri ke sumur lantaran depresi memikirkan masalah ekonomi keluarganya. Peristiwa itu bermula ketika tetangga korban, Karyadi (20) dan Widya Natalia (18), melihat Santosa berdiri di atas mulut sumur rumahnya, sekitar 10:30. Namun tak lama kemudian, korban langsung menceburkan diri. Selanjutnya, kedua saksi mata itu memberitahukan kepada warga sekitar. Namun, karena kedua orang itu tuna wicara (bisu-red), warga sempat kebingungan. ''Awalnya warga tidak tahu apa yang dimaksudkan mereka (Karyadi dan Widya-red). Namun akhirnya kami mengerti, kalau Santosa tercebur ke sumur,'' kata Yanto (35), tetangga korban. Yanto dan beberapa warga lainnya pun berniat mencebur untuk melakukan penyelamatan. Namun niat tersebut diurungkan mengingat kedalaman sumur mencapai 9 meter dengan ketinggian air 6 meter. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsekta Pedurungan dan diteruskan ke Polresta Semarang Timur. Karena kesulitan untuk melakukan evakuasi, petugas meminta bantuan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Bersama warga, Tim Basarnas menguras air sumur terlebih dahulu dengan menggunakan pompa diesel. Setelah berjuang keras selama kurang lebih tiga jam, pukul 01:45, jenazah korban dapat diangkat. Depresi Selama menunggu proses evakuasi, istri korban yang sedang hamil dua bulan, Rukiyah (22), dan kedua orang tua, Suroso dan Karsini, menangis histeris. Demikian halnya dengan kakak serta adik korban, Asminah dan Cahyono. Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga setempat, korban mengalami depresi setelah menikah dengan Rukiyah empat bulan lalu. Pria yang lengan tangan kanannya bertato itu diduga depresi karena tidak mempunyai pekerjaan tetap. ''Santosa juga pernah berusaha bunuh diri dengan cara meminum obat nyamuk. Namun itu dapat diketahui dan dicegah,'' kata Suriyanti (35), tante korban .(H40, H21,D12-41) |