logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 SEMARANG
Line

Simsalabim, 3.000 Dolar Jadi Rp 3.000

SEMARANG- Berkali ulang kasus penipuan dengan modus menghipnotis atau menggendam kembali terjadi. Kali ini, korban menimpa Suprihatmi (55) warga Jangli Krajan RT 3 RW 3, Jatingaleh, Candisari, kemarin sekitar pukul 12:00.

Korban dihipnotis seorang pria yang mengaku bernama Abdul Azis asal Singapura.

Uang Rp 5.700.000 miliknya dibawa kabur pelaku dan diganti dengan uang Rp 3.000. Padahal sebelumnya, uang Rp 3.000 yang disimpan di amplop itu, diakui korban bernilai 3.000 Dolar Singapura.

Ketika dibuka, simsalabim, uang tersebut berganti dengan Rp 3.000. Korban baru sadar setengah jam kemudian. Itu pun masih dalam keadaan bingung.

Korban yang kecangar dan geram lantas melaporkan kejadian tersebut ke Mapolwiltabes. Kepada polisi, korban menuturkan, kejadian tersebut bermula saat dirinya mencegat angkot di Jl Sriwijaya Semarang, tepatnya depan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Tiba-tiba dia didatangi seorang pria yang tak dikenalnya. Pria tersebut mengenalkan diri dengan nama Abdul Azis, warga negara Singapura.

"Dia bilang mau memberi bantuan ke Yayasan Kasih Bunda yang berlokasi di Jl Kartini. Karena tidak tahu jalan, dia minta tolong saya untuk mengantarkan ke tempat yang dia maksud," ungkap Suprihatmi. Rupanya, itu hanya akal-akalan pelaku agar bisa lebih dekat dengan korbannya.

Pelaku yang mempunyai tinggi badan 170 cm, kulit putih, berpenampilan necis itu, juga mempelihatkan uang 3.000 dolar Singapura yang hendak dia sumbangkan ke yayasan. Tak lama berselang, datang lagi seorang pria ikut nimbrung.

Pria itu mengaku sebagai karyawan bank di Jl Pemuda. Ditengarai pria itu adalah rekan pelaku. Selama bercengkerama, "pegawai bank" itu ngompor-ngompori agar korban mau mengantarkan Abdul Azis.

Pegawai Bank

Saat ngobrol itu datang lagi seorang pria mengendarai mobil Kijang warna silver. Korban lupa nomor kendaraannya. Pria bermobil itu berseolah-olah menyapa dan kenal dengan pengawai bank tersebut.

"Dia manggilnya dengan sebuatan Pak Haji. Katanya dia pedagang baju batik di Pasar Johar," kata korban.

Dipastikan, ketiga pria itu satu komplotan yang merencanakan untuk mengibuli korban. Pah Haji kemudian menawarkan bantuan untuk mengantar pegawai bank tersebut ke tempat kerjanya di Jl Pemuda. Korban yang ditawari untuk ikut serta awalnya menolak tawaran tersebut. Tapi setelah dibujuk berkali-kali dan diajak ngobrol ngalor ngidul, akhirnya mau juga.

Di dalam mobil, ketiga pria itu langsung beraksi. Korban ditawari uang 3.000 dolar Singapura dengan catatan dia mau menukarnya dengan uang rupiah sebanyak Rp 5.700.000. Seperti tak berdaya korban menurut.

Terlebih ketika pegawai bank itu mengatakan uang dolar itu kalau ditukar di bank nilainya jadi Rp 12 juta. Karena hanya membawa Rp 700 ribu, korban diajak mengambil uang tabungannya sejumlah Rp 5 juta.

Setelah menerima seluruh uang tersebut, korban ditinggal di tengah Jl Citarum. Betapa kagetnya dia, ketika membuka ampolp yang didalamnya berisi uang 3.000 dolar Singapura, ternyata telah berganti Rp 3.000. (H21,D12-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA