| Kamis, 17 Januari 2008 | SEMARANG |
Tebing Longsor Belum DitanganiSEMARANG- Tebing padas setinggi 15 meter di Jalan Sri Rejeki Dalam III, RT 3 RW 3 Kelurahan Kalibanteng Kidul, yang longsor dua pekan lalu, hingga kini belum ditangani . Padahal, longsor susulan sewaktu-waktu bisa terjadi. Sebuah masjid dan sejumlah rumah warga yang berada di bawahnya pun terancam. Tebing longsor itu telah mengakibatkan rumah milik mendiang Basiran rusak. Sebagian bangunan telah terlihat menggantung. Menurut Mimin (50), putri Basiran, sejauh ini telah terjadi dua kali longsoran besar. Pertama, pada Rabu (2/1) pukul 20.00, saat hujan deras disertai angin kencang. Kedua, Jumat (4/1) pukul 06.00. Di luar itu, kerap terjadi longsoran-longsoran susulan dalam skala kecil. ''Pada longsoran pertama, bongkahan padas besar dan tanaman penahan ambrol. Longsor berikutnya, membuat pagar dan teras ambrol, sampai rumah kami terlihat menggantung,'' kata Mimin. Setelah longsor itu, warga berinisiatif berkerja bakti untuk memperbaikinya. Mereka membersihkan material padas dan batu-batu yang menimpa bangunan Masjid Nurul Fattah, tepat di bawahnya. Menurut Mimin, pihak kelurahan dan babinsa sudah melakukan peninjauan lokasi. Namun hingga kini upaya pengamanan tebing dari longsor susulan, belum juga dilakukan. ''Kami hanya bisa pasrah. Habis mau bagaimana lagi,'' ujar dia. Sejak longsor pertama, Mimin dan keluarga telah mengamankan diri. Mereka mengungsi ke rumah Ny Tukirah, tetangganya. Keluarga itu berencana mengontrak rumah untuk tempat tinggal sementara. ''Kami ini orang tidak punya. Mau beli rumah baru jelas tidak mampu.'' Pada saat kejadian, keluarga Mimin tengah berbela sungkawa. Dua pekan sebelumnya, ibu mereka meninggal dunia. Kendati demikian, dia masih bersyukur, tebing longsor tidak terjadi pada saat banyak orang melayat. ''Untung saja, soalnya waktu itu banyak pelayat berada di teras yang sekarang ambrol.'' Khawatir Bowo Laksono (38), warga Jalan Sri Rejeki Dalam VI, yang berada di bawah tebing mengaku khawatir longsor susulan. Terlebih Masjid Nurul Fattah setiap hari digunakan warga untuk shalat berjamaah. Untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan, dia meminta aparat yang berwenang melakukan upaya pengamanan. ''Apa karena tidak diliput media, penanganannya tidak diperhatikan?'' kata Bowo. Sekretaris Kelurahan Kalibanteng Kidul, Sari Hestini, menyatakan telah melaporkan peristiwa tebing longsor di wilayahnya itu kepada pihak kecamatan dan Pemkot. Namun mengenai tindak lanjutnya dia mengaku tidak tahu.(H6-18) |