| Kamis, 17 Januari 2008 | SEMARANG |
Ayah Tiri Yuli Diperiksa PolisiSEMARANG- Meski sudah ditetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan berencana dengan korban Jumali (37), penyidik Satreskrim Polwiltabes Semarang kini memperdalam kronologi skenario pembunuhan warga Kampung Wonosari RT 1 RW 3, Ngaliyan, tersebut. Guna memastikan soal dugaan keterlibatan pelaku lainnya yang mengetahui rencana pembunuhan tersebut, sejumlah saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan. Penyidik, Rabu (16/1), meminta keterangan Santoso (52), ayah tiri Yuli Purwanti, istri tersangka utama Abi Mael Herwin Santoso atau yang biasa dipanggil Herwin. Kemarin, Santoso yang juga ayah kandung dari Baskoro Adi Wibowo, nampak di ruang pemeriksaan unit Jatanras Polwiltabes Semarang. "Hanya dimintai keterangan biasa sebagai saksi. Tapi dari pemeriksaan, saksi mengaku tidak tahu rencana pembunuhan itu," kata Kasat Reskrim Polwiltabes, AKBP Agus Rohmat SIK SH Hum. Namun, kata Agus Rohmat, hingga kini belum teridentifikasi adanya pelaku lain yang terlibat selain ketiga tersangka (Herwin, Yuli dan Baskoro). "Sampai saat ini tersangka masih tiga orang," ungkap Agus Rohmat. Kepada wartawan, Santoso yang siang itu juga menjenguk ketiga tersangka mengungkapkan, dirinya justru shock atas kejadian yang menimpa keluarganya. Dia mengaku tidak menduga, Herwin tega membunuh Jumali yang terhitung masih saudara. "Saya shock. Sungguh saya tidak tahu. Saya justru kaget Baskoro ikut serta terlibat," kata Santoso. Dia menyesal, anaknya kini meringkuk di ruang tahanan Mapolwiltabes. Padahal, kata dia, sedianya tahun ini Baskoro akan mendaftar dalam seleksi penerimaan anggota Polri. "Ee..., malah jadinya seperti ini. Bukannya jadi polisi, malah berurusan dengan polisi," ujarnya. Dia memang pernah beberapa kali menasihati Herwin dan Yuli saat pasangan suami istri terlibat percekcokan. "Terakhir mereka bertenggar dua hari sebelum kejadian. Saya tidak tahu apa yang mereka ributkan. Setelah mereka masuk kamar, saya tidak mau mencampuri urusan rumah tangganya," kata Santoso. Keluarga Terlibat Sementara istri Jumali, Mulyanah (33), menduga pembunuhan terhadap suaminya tidak hanya dilakukan Herwin, Yuli dan Baskoro. Namun, menurut dia, keluarga besar atau kerabat Yuli juga terlibat dalam perencanaan.''Saya berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini. Bukan Herwin, Yuli atau Adi saja, kalau perlu keluarga besar Yuli juga diperiksa. Sebab, saya yakin pembunuhan ini telah direncanakan secara matang dan jauh-jauh hari oleh Yuli dan keluarganya,'' kata Mulyanah, kemarin. Bahkan, kata dia, pembunuhan ini didalangi oleh Yuli. Dugaan tersebut muncul ketika dia melihat kembali rentetan peristiwa yang dianggapnya ganjil. Di antaranya, Yuli yang selama tidak pernah berkunjung itu, tiba-tiba mendatangi rumah kontrakannya bersama Adi, pada pertengahan Desember 2007. Padahal, saat itu Yuli sudah menetap bersama suaminya di Surabaya. ''Ini kan aneh. Kenapa dia tiba-tiba datang ke rumah dengan berdalih memintakan pekerjaan untuk Adi? Padahal mereka tahu kalau suami saya hanya bekerja sebagai tukang servis mesin cuci,'' tandasnya Mulyanah mengungkapkan, gelagat tidak beres ditunjukkan oleh kakak beradik itu saat berkunjung di rumahnya. Mereka tidak bicara banyak namun hanya mengatakan kalau ingin bertemu Jumali. Selain itu, keduanya juga terlihat membaca serta mengamati kondisi lingkungan rumah. Mulyanah tambah curiga saat melihat Yuli dan Adi terus menerus berbisik-bisik. Adi juga sempat mengeluarkan hp-nya untuk memotret foto Jumali yang berada di dinding ruang tamu. ''Piye iki, wong Jumali-ne rak ono? (Bagaimana ini, Jumali-nya tidak ada?),'' kata Mulyanah menirukan ucapan Yuli kepada Adi. Ditanya soal latar belakang Herwin membunuh suaminya, Mulyanah mengaku tidak tahu. Dia tidak percaya dengan ucapan Herwin kalau Jumali telah melakukan perbuatan tidak senonoh kepada Yuli. ''Kalau memang itu benar, kenapa baru terjadi atau terungkap sekarang ini? Padahal, itu kan sudah belasan tahun yang lalu,'' katanya. (H21,H40,D12-18) |