| Kamis, 17 Januari 2008 | KEDU & DIY |
Akar Kiambang Mampu Serap Kotoran dalam Air
TANAMAN Kiambang mungkin masih asing di telinga kita meskipun sebenarnya banyak ditemui di rawa, sawah, dan tempat berair lain. Tanaman tersebut memang hidup di air seperti eceng gondok. Banyak orang menilai tidak ada gunanya namun ternyata akar serabut Kiambang mampu menyerap kotoran-kotoran dalam air sehingga membuat air lebih jernih. Potensi tumbuhan yang bagi petani merupakan hama itu membuat tiga siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menjuarai lomba karya ilmiah remaja nasional yang digelar UNESCO dan L'oreal di Bogor beberapa waktu lalu. Tak tanggung-tanggung, ketiganya, Monika Agustina, Karina Dwi Haryani, dan Dian Puspitasari menyabet juara pertama menyisihkan lawan-lawan tangguh dari sekolah ngetop di Jakarta. ''Berawal dari baca-baca buku dan buka-buka internet kami menemukan tanaman Kiambang atau Salvinia Molesta yang mempunyai kelebihan mampu menyerap kotoran dalam air dan membuatnya menjadi lebih jernih,'' ungkap Dian Puspitasari didampingi teman-temannya ketika mempresentasikan hasil penelitiannya. Mereka lantas mencari di sawah dekat rumah dan mendapati banyak Kiambang di sana. Mudah Diperoleh Didampingi sejumlah pembimbing, mereka kemudian membuat penelitian yang diberi nama Sistem Banyu Bening. Tak sulit memprosesnya karena semua bahan mudah diperoleh bahkan dari barang bekas juga bisa. Tanaman yang masih kecil dimasukkan ke dalam tempurung kelapa yang sudah diamplas sampai ketipisan 50% dari aslinya. Maksudnya agar muncul pori-pori tempurung. Nah, di pori-pori itulah tergantung akar yang kelak mampu menyerap kotoran air. Mereka sudah mencoba di air Sungai Code dan ketika air sudah melalui Sistem Banyu Bening ternyata lebih jernih dan bersih. ''Sebenarnya ada tanaman lain yakni eceng gondok yang juga memiliki akar mirip Kiambang tapi setelah kami lakukan pengamatan dan penelitian, masih lebih bagus Kiambang. Kelebihannya, akar lebih banyak dan daunnya tidak lebar sehingga tidak menyita tempat,'' imbuh Karina. Kendati telah meraih juara pertama, mereka masih akan terus melakukan penelitian untuk menyempurnakan hasil. Maklum, jiwa muda mereka masih menyimpan asa untuk berkarya lebih baik. Monika, Karina, dan Dian mengungkapkan keinginannya meneliti lebih jauh lagi soal Kiambang dan memanfaatkannya untuk masyarakat. (70) |