| Kamis, 17 Januari 2008 | KEDU & DIY |
Petugas Keamanan Jaga Halte Bus PatasYOGYAKARTA - Bukan hal baru lagi aksi coret-coret di tembok, pagar rumah, dan berbagai tempat lain di Yogyakarta. Bahkan fasilitas umum tak lepas dari aksi semacam itu. Mengantisipasi aksi serupa, Pemkot Yogyakarta akan menempatkan seorang petugas untuk menjaga halte bus patas yang sudah selesai penggarapannya. Halte tersebut memang rawan aksi coret-coret dan perusakan karena berada di lokasi strategis, terbuat dari kaca dan alumunium lembaran. Ruang bersih dan lebar semacam itu menjadi daya tarik pelaku vandalisme untuk melakukan aksi perusakan. Biasanya, pelaku mendatangi lokasi secara gerombolan dan lewat tengah malam. Saat sepi, mereka melancarkan aksi. ''Proses perekrutan petugas jaga malam halte bus patas sedang dalam proses dan tak lama lagi selesai. Para petugas kelak selain berjaga-jaga juga membersihkannya,'' ungkap Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY Bambang Haryanto, kemarin. Dia menjelaskan, seorang petugas menjaga satu halte terutama pada malam hari agar terhindar dari aksi coret-coret. Tindak Tegas Pemikiran menempatkan penjaga karena belum dipakai saja sudah penuh coret-coretan tak karuan. Beberapa halte memang sudah terkesan kotor akibat aksi vandalisme. Menanggapi perusakan semacam itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menandaskan, pihaknya akan menindak tegas pelaku coret-coret. Dia sangat prihatin karena halte bus yang belum dipakai dan baru saja memasuki tahap finishing sudah penuh coretan. ''Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketertiban dan polisi agar mereka menindak tegas pelaku vandalisme yang tertangkap basah. Sesuai perda yang berlaku, pelaku dapat dikenai sanksi tindak pidana ringan,'' ujarnya. (D19-70) |