logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

Masa Depan 37% Anak Yatim Piatu Korban Gempa Terancam

YOGYAKARTA - Tim Teknis Nasional (TTN), sebuah lembaga yang menangani korban gempa bumi di Klaten dan DIY, meminta perhatian pemerintah dalam menangani masalah sosial dan ekonomi.

Lembaga itu mencatat terdapat sekitar 200 dari 574 anak yatim piatu (37%) korban gempa 27 Mei 2006 lalu di dua provinsi tersebut terancam masa depannya.

Selain itu, kata Sekretaris TTN Prof Dr Danang Parikesit, kemarin (16/1), setelah penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi secara umum mendekati selesai sekitar 200.000 tenaga kerja terancam menjadi pengangguran. Mereka yang terancam termasuk sejumlah tenaga kerja yang berhasil dididik di sektor konstruksi pascagempa.

''Di satu sisi pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi sudah hampir selesai, di sisi lain mereka juga tidak bisa kembali ke tempat kerja asal di sektor UMKM,'' tuturnya didampingi Kepala TTN Dr Soetatwo Hadiwigeno.

Dalam keterangannya kepada wartawan di kantor TTN di kawasan kampus UGM, juga dikatakan sekarang ini khusus di Bantul terdapat 1.508 penderita cacat akibat gempa yang juga memerlukan perhatian khusus.

Menurut rencana, pemerintah akan membentuk Badan Koordinasi Rehabilitasi Sementara yang akan mengawal pembentukan Pusat Rehabilitasi Kesehatan Terpadu.

Dari pendataan yang dilakukan sampai awal Januari lalu, sebagian besar anak yatim piatu tersebut sekarang masih berada di keluarga baru mereka. Demikian juga keberadaan para penderita cacat yang masih tersebar karena ketidakmampuan ekonomi keluarga mereka.

''Kenyataan ini membuktikan penanganan nonfisik bangunan korban gempa lebih sulit dan rumit dibanding pemulihan fisik bangunan,'' ujar Soetatwo. Pada sisi lain TTN juga mencatat adanya pengaduan akibat penyimpangan penggunaan dana rekonstruksi yang bersumber dari APBN.

Sementara itu, di tengah maraknya pemberitaan mengenai pemotongan dana rekonstruksi korban gempa, pihak TTN masih mencatat cukup tingginya kualitas bangunan pascagempa. Dari data yang diperoleh diketahui terdapat 86,7% rumah korban sudah dibangun dalam kategori memenuhi standar konstruksi rumah tahan gempa. (P58-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA