logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Paus Didemo di Italia

ROMA - Paus Benediktus membatalkan rencana kunjungan dan ceramah di universitas paling prestisius di Roma, Rabu kemarin, setelah mahasiswa dan dosen memprotes rencana itu. Inilah untuk pertama kali aksi demonstrasi memaksa dia membatalkan kunjungannya sejak dia diangkat sebagai Paus pada 2005.

Protes itu diawali dengan petisi yang ditandatangani 67 profesor. Petisi itu menyebutkan, Paus kelahiran Jerman itu menempatkan agama lebih tinggi dan utama dibandingkan sains.

Seruan dan protes untuk membatalkan ceramah di Universitas La Sapienza itu terus bergaung sehingga Vatikan memutuskan untuk menunda kunjungan Paus. ''Saya sangat menyesali keputusan Paus Benediktus,'' kata Perdana Menteri Italia Romano Prodi. Dia minta Paus mempertimbangkan lagi keputusan itu. ''Tidak boleh ada suara seorang pun yang dibungkam di negeri ini, demikian pula hal itu berlaku untuk Paus.''

Para pemrotes mengutip pidato dua puluh tahun lalu, ketika itu Kardinal Joseph Ratzinger (nama asli dia sebelum menjadi Paus) menyatakan lebih mendukung pengadilan gereja di abad 17 atas Galileo karena mengajarkan bahwa Bumi berputar mengelilingi matahari. Ratzinger mengatakan, pengadilan Galileo adalah rasional dan adil.

Kontroversi tersebut menggelembung menjadi debat sengit yang memecah warga Italia, yakni kubu pemrotes yang mempertanyakan peranan gereja dalam masyarakat sekuler, kubu gereja, dan kubu pendukung kebebasan berbicara yang menuduh praktik sensor oleh pemrotes.(rtr-gn-25)

Bertemu di Havana

Kehabisan Nomor HP

HONG KONG - Lantaran pengguna telepon selular terus bertambah, Hong Kong hampir kehabisan nomor telepon genggam. Menurut data terakhir, jumlah penduduk Hong Kong hanya 6,9 juta jiwa. Kendati demikian, ada 9,92 juta telepon genggam (HP) yang aktif di bekas koloni Inggris tersebut.

Untuk mengatasi masalah itu, Hong Kong akan menerapkan penomoran sampai sembilan angka. Secara teoretis, ada 99.999.999 nomor yang ditawarkan kepada pelanggan.

Namun sebagian nomor itu dikuasai oleh perusahaan jasa telepon tertentu karena dianggap nomor yang membawa keberuntungan. Sementara itu, nomor yang dimulai dengan angka nol atau satu tidak laku dijual.

Harian The South China Morning Post melaporkan, Hong Kong hanya mempunyai waktu tujuh tahun untuk memperkenalkan sistem penomoran sembilan digit. ''Kita harus bertindak sekarang. Kalau tidak, Hong Kong akan kehabisan nomor HP dalam tujuh tahun mendatang,'' kata Chan Tze-yee wakil direktur jenderal komunikasi.(rtr-ben)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA