| Kamis, 17 Januari 2008 | EKONOMI |
Sekilas EkonomiXL Garap Pantura JatengBANDUNG-Pertumbuhan pelanggan XL di Kawasan Pantura Jateng masih dianggap kurang menggembirakan. Berdasarkan data PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) sampai akhir 2007 saja, jumlah pelanggan layanan hanya mencapai 750.000 pengguna. Jumlah ini dianggap kurang dari kapasitas jaringan yang dimiliki. "Pilihannya kami harus agresif. Meski sebenarnya kawasan pantura Jateng cukup ramai, tapi dibandingkan pelanggan di kawasan selatan Jateng perbedaan angkanya cukup jauh. Di selatan, jumlah penggunanya mencapai 1,2 juta," kata GM Sales and Promotion XL Central Region, Nuruddin Al Fithroh di Bandung, Rabu kemarin. Berkaitan program tarif XL bebas Rp 0,1/detik yang mulai berlaku 18 Januari-30 April mendatang, kawasan pantura Jateng mendapat perlakuan berbeda. Tarif percakapan di kota-kota seperti Semarang, Pekalongan, Tegal, Kudus, dan Purwodadi dibedakan antara jam sibuk dan jam tidak sibuk. Untuk tarif ke seluler lain, kata Nuruddin, tarif Rp 25/detik di dua menit pertama akan berganti tiap dua menit sekali dengan pemberlakuan tarif Rp 0,1/detik. Dengan penerapan tarif baru itu, XL berharap dapat menambah jumlah pelangannya. Untuk tahun 2008 di Central Region, mereka menargetkan dapat meraih 5,6 juta pelanggan. (dwi-33) Ngobrol Lokal Flexi Diperpanjang SEMARANG-Tingginya minat pengguna terhadap program ngobrol interlokal tarif lokal bagi pelanggan Flexi membuat PT Telkom Divre IV Jateng dan DIY memperpanjang program itu. Program itu sebenarnya telah berakhir 31 Desember 2007, namun karena permintaan pelanggan Telkom, akhirnya diperpanjang hingga 30 Juni 2008. Sudjatmiko, Manager Komunikasi PT Telkom Divre IV menyatakan, keuntungan program itu, tidak perlunya registrasi baik pelanggan pra maupun pascabayar. "Yang jelas tarif interlokal sesama Flexi di Jateng dan DIY sangat murah, hanya Rp 49 per menit," tuturnya. Layanan itu, lanjutnya, memberikan alternatif pilihan akses SLJJ kepada pengguna Flexi dengan tarif murah dan pasti tanpa syarat apapun. Untuk menggunakan layanan itu, pelanggan tinggal memutar akses 01017 + Kode Area + nomor Flexi yang dituju. Penggunaan percakapan Flexi tahun 2007 meningkat tajam dibanding sebelumnya mencapai 80 persen. Jumlah pelanggan Flexi di Area Jateng dan DIY pun mengalami peningkatan signifikan. Akhir 2006, pelanggan hanya berjumlah 500.000 SSF dan akhir tahun 2007 telah menjadi 900.000 SSF. Untuk memberikan layanan maksimal, Telkom juga terus melakukan penambahan BTS di berbagai wilayah. Dengan demikian diharapkan tidak ada lagi keluhan pelanggan tentang adanya drop call atau sinyal yang hilang. (H23-33) |