logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 EKONOMI
Line

BNI Syariah Fokus UMKM

SEMARANG-Penyaluran pembiayaan BNI Syariah Semarang periode 2007 mencapai Rp 72 miliar. Jumlah ini melonjak 50 persen dibanding catatan 2006 yang mencapai 48 persen. Menurut Pemimpin Operasional BNI Kantor Cabang Syariah Semarang Sunhaji, nilai Rp 72 miliar ini sebenarnya baru Rp 62 miliar, sementara yang Rp 10 miliar belum dicairkan meski pengajuannya sudah disetujui.

''Alokasi Rp 10 miliar ini tetap masuk dalam perhitungan kami, karena sudah ada persetujuan,'' kata Sunhaji saat ditemui Suara Merdeka baru-baru ini. Persentase terbesar pembiayaan ini, lanjut Sunhaji, 60 persen masih didominasi keperluan sektor konsumsi, terutama di bidang properti, otomotif, dan rumah tangga. ''Tapi ke depan, proporsi itu akan dibalik. Artinya, konsumsi hanya 40 persen, sementara pembiayaan untuk sektor produksi, terutama UMKM,'' terangnya.

Pembiayaan BNI Syariah Semarang tahun 2008 ditargetkan mencapai Rp 91,34 miliar, sebesar Rp 11,4 miliar akan disalurkan untuk UMKM. Pemimpin BNI Syariah Semarang Bariza Bactiar optimistis dengan target itu, apalagi dengan adanya program baru Tunas Usaha Syariah (TUS).

Dengan TUS bekerja sama dengan Askrindo ini, pengusaha kecil yang tidak bankable karena tak punya jaminan, bisa mendapatkan bantuan pembiayaan mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) 2008 ditargetkan Rp 138,26 miliar. Target ini, menurut Bariza sangat menantang, mengingat DPK 2007 sebesar Rp 60 miliar saja didapat dalam waktu empat tahun. ''Tapi kami tetap optimistis, karena sektor perdagangan dan usaha kecil menengah merupakan potensi besar dan masih belum tergarap optimal,'' imbuhnya. (J14-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA