| Kamis, 17 Januari 2008 | BANYUMAS |
JALUR SELATANBulog Diminta Atur Tata Niaga KedelaiMAGELANG - Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Jateng meminta Pemerintah Pusat mengatur tata niaga kedelai. Intinya, tata niaga komoditas itu ditangani Bulog agar mereka tak tergantung lagi pada pengusaha besar. "Para pengurus Primkopti se-Jateng mengusulkan ke Induk Koperasi Tahu tempe Indonesia (Inkopti) agar mendesak pemerintah turun tangan mengatasi kenaikan harga kedelai," kata M Asir, pengurus Primkopti Kabupaten Magelang, kemarin. Ia mengemukakan, harga kedelai naik pasca-Lebaran 2007. Sebelum Idul Fitri, harganya Rp 2.500-Rp 4000/kg. Namun setelah itu, naik menjadi Rp 7.500/kg. Akibatnya, banyak produsen tahu dan tempe yang terancam bangkrut. "Meski situasinya sulit, para perajin tahu tempe jangan buru-buru menutup usaha. Sebab tahu dan tempe itu telah menjadi makanan 'pokok' Indonesia, sehingga akan terus diminati dan dicari konsumen," katanya. Namun, menurut dia, perajin jangan berharap untung seperti hari-hari sebelumnya. Sebab dalam situasi seperti ini, bisa bertahan saja sudah baik. (pr-72) Korban Lisus Diusahakan Bantuan TEMANGGUNG - Sampai kemarin, bantuan untuk korban angin lisus di Dusun/Desa Jlegong, Kecamatan Bejen, Temanggung belum direalisasikan dan baru diupayakan oleh sejumlah pihak atau dinas terkait. Dana APBD yang belum cair awal tahun, mengakibatkan pos alokasi dana bantuan belum tersedia. Bantuan untuk bencana alam alokasi 2007 juga telah habis. Karena itu, pihak dinas/instansi terkait baru sebatas mengajukan proposal untuk meminta bantuan dan belum bisa menyalurkannya. Hal tersebut, seperti yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. Menurut Kepala Seksi Bencana Dinas Sosial, Slamet Riyanto, kemarin, pihaknya baru mengajukan tambahan bantuan logistik bencana ke Pemprov untuk membantu korban angin lisus di Desa Jlegong. Sebab, stok bantuan logistik yang ada dinasnya telah habis.(H24-72) Makanan Kadaluwarsa Dipasarkan PURWOREJO-Makanan kecil yang sudah kadaluwarsa ternyata tetap dipasarkan di sejumlah toko di Purworejo. Hasil pemantauan dalam beberapa hari terakhir ini, ternyata ada toko yang menjual makanan dengan batas akhir pemasaran pada Agustus 2007. Aktivis LSM Surya Mentari Semesta (SMS), Arbaah Mintaraga, ketika membeli makanan di sebuah toko di Berjan, Gebang, menemukan makanan kacang atom yang batas akhir masa pemasarannya pada bulan Agustus 2007, tetapi masih dipasarkan. Tidak hanya itu, ketika dia berbelanja di sebuah toko besar di JL KHA Dahlan, Purworejo, juga menemukan makanan ringan yang batas periode pemasarannya telah habis. Barang belanjaan itu akhirnya tidak dikonsumsi. Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan PPM, Heru Sasongko SH, saat dimintai konfirmasi soal itu menyatakan akan memanggil pemilik toko yang diketahui menjual makanan kadaluwarsa. (yon-66) Suzuki APV Tabrak Pejalan Kaki PURBALINGGA-Sebuah mobil Suzuki APV dengan Nopol B-2684-XC menabrak seorang pejalan kaki yang hendak menyeberang di Jalan Raya Desa Tlagayasa, Kecamatan Bobotsari, Rabu (16/1) sekitar pukul 05.30. Kasatlantas AKP Sumiarta didampingi Kanit Laka Lantas mengatakan, mobil yang dikemudikan oleh Bahrudin (45), warga RT 7 RW 2 Pondok Pinang Tangerang melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba saat berada di jalan turunan, yang bersangkutan tidak bisa menghindar dan menabrak seorang pejalan kaki yang akan menyeberang. Korban yang bernama Yulianto, warga RT 1 RW 2 Desa Tlagayasa mengalami luka memar pada bagian pinggul, kaki kiri dan kanan lecet. Setelah menabrak pejalan kaki, pengemudi membanting stir ke arah kiri yang akhirnya masuk ke dalam parit. Akibat dari kejadian itu, pengemudi tersebut mengalami luka memar pada bagian tangan kanan dan pundak kiri. Sedangkan penumpang Suzuki APV, Turipno (25) dengan alamat yang sama mengalami luka sobek pada bagian pelipis kiri dan lengan tangan kiri lecet. Diperkirakan pada saat kejadian, pengemudi mobil tersebut kurang menguasai medan jalan, sehingga tabrakan terjadi. Sebagai barang bukti, untuk sementara waktu kendaraan tersebut saat ini masih diamankan di Mapolres. (H48-29) Puluhan Makam Hilang CILACAP - Tempat pemakaman umum (TPU) Karangsuci, yang berada di Kelurahan Donan, Cilacap Tengah, terkena abrasi. Bagian yang saat ini tergerus di sisi barat. Akibatnya, puluhan makam hilang. Abrasi juga mengancam ratusan makam lainnya. ''Abrasi sudah terjadi sejak lima tahun lalu. Setiap tahun semakin parah,'' kata Rajiman, salah satu juru kunci TPU Karangsuci, kepada Suara Merdeka, Rabu (16/1). Rajiman mengatakan, pengelola TPU sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan kepada pemerintah maupun pihak swasta, seperti PT Holcim dan PT Pertamina UP IV Cilacap. Namun, hingga sekarang abrasi belum juga diantisipasi. ''Lokasi makam yang tergerus berukuran sekitar 15 x 300 meter. Kami khawatir jika tidak diantisipasi maka penggerusan semakin parah,'' kata Rajiman. Dikatakan, salah satu sebab penggerusan adalah kencangnya ombak sungai Donan yang menghantam sisi daratan. Ombak ini timbul karena sungai tersebut merupakan jalur lalu lintas kapal-kapal milik perusahaan besar di Cilacap. (G21-75) |