logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Januari 2008 BANYUMAS
Line

320,7 Ha Hutan Digarap secara Liar

PURBALINGGA- Kawasan hutan sebanyak 44 petak, atau seluas 320,7 hektare di lereng Gunung Slamet digarap secara liar oleh warga. Pada tahun 2006, lahan itu digarap oleh 912 orang dari 7 desa di Kecamatan Karangreja. Namun kini para penggarap liar itu sudah menghentikan aktivitasnya.

"Kami melakukan pendekatan terhadap masyarakat desa hutan beserta para tokohnya. Kami juga terus menerus mengadakan pembinaan secara preventif dan tak lupa melaksanakan program pengelolaan hutan bersama masyarakat atau PHBM," kata Administratur KKPH Banyumas Timur, Subroto Widyatmoko.

Dia mengatakan hal itu saat mencanangkan penanaman garapan liar dan reboisasi Gunung Slamet di petak 39B RPH Serang BKPH Gunung Slamet Timur, Rabu (16/1). Lebih dari 300 bibit pohon pinus, damar dan kopi sebagai tanaman sela, ditanam di wilayah Gunungmalang, Desa Serang itu.

Menurut Subroto, reboisasi itu dinilai penting karena tiga bulan lalu telah terjadi kebakaran seluas 83,6 hektare di wilayah BKPH Gunung Slamet Timur RPH Serang. Tahun 2007 Perhutani sudah mereboisasi 3.717,4 hektare. Dari luasan itu yang masuk kawasan Gunung Slamet seluas 573,8 hektare.

"Pada tahun ini kami merencanakan penanaman kembali lahan bekas garapan liar seluas 74,6 hektare dan bekas kebakaran seluas 83,6 hektare. Untuk mengatasi perambahan liar ini, kami menempuh beberapa cara. Antara lain dengan pengalihan komoditas," ujarnya.

Tanam Sayuran

Selama ini penduduk sekitar hutan menanam sayuran, seperti kobis dan wortel. Padahal suatu saat komoditas itu mutlak tidak diperbolehkan ditanam. Warga kemudian diarahkan model agroforestry, yaitu menanam tanaman yang hasilnya bisa dinikmati tanpa menebang kayunya.

Contohnya, menanam tanaman pokok seperti pinus dan damar, dan mencampurkannya dengan tanaman yang berkayu seperti petai dan durian. Perhutani juga menganjurkan petani sayur menanam tanaman kaliandra merah yang multiguna.

"Sebab daunnya bisa untuk pakan ternak, bisa menghasilkan benih yang sekarang harganya Rp 25.000/kg, bunganya disukai lebah madu, dan kaliandra ini dapat diambil kayunya. Selain itu kami sedang mengupayakan petani agar beralih ke peternakan," tuturnya.

Subroto menjelaskan, pihaknya akan membuat kandang ternak sebagai demplot di Serang. Kandang yng berukuran cukup besar ini akan diisi dengan ternak kambing, domba dan kelinci. (F10-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA