| Kamis, 17 Januari 2008 | BANYUMAS |
Warga Desak Perbaikan Irigasi TusanBANJARNEGARA-Warga masyarakat mendesak kepada pemerintah untuk segera memperbaiki saluran irigasi Tusan (HM 20), yang berada di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwonegoro yang jebol belum lama ini. Sejumlah warga mengungkapkan, akibat jebolnya saluran itu, debit saluran irigasi Singomerto yang mengairi ribuan hektare lahan di tiga kecamatan masing-masing Purwonegoro, Mandiraja dan Purworejo Klampok berkurang. Tunirah (35), warga Rt 02/I Desa Gumiwang kepada wartawan mengungkapkan, akibat lain adalah menimbulkan bau kurang sedap dari genangan air di sepanjang saluran irigasi yang menjadi sarang nyamuk. Menurutnya, air limbah dari perumahan juga tidak berjalan dan menggenang, sehingga menjadi sarang nyamuk. "Setelah saluran irigasi itu jebol, banyak sekali nyamuk". Akibat lainnya, banyak kolam ikan di daerahnya yang kekurangan air. "Warga yang membudidayakan ikan dengan memanfaatkan pekarangan rumah terpaksa mengurangi jumlah kolam karena kesulitan air," jelas dia. Ia meminta kepada pemerintah agar secepatnya memperbaiki saluran irigasi itu, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit dan kerugian pada petani ikan. 20 Meter Nyana, salah seorang petugas pengairan saluran irigasi Singomerto wilayah Guwiwang mengatakan, saluran irigasi yang jebol itu kurang lebih sepanjang 20 meter. Dikatakannya, hal itu terjadi pada awal musim penghujan lalu. Saat itu hujan turun terus menerus dalam waktu seminggu, sehingga menyebabkan jebol karena tergerus air. Ia sudah melaporkannya ke dinas terkait. Namun hingga kini belum ada penanganan lebih lanjut, sehingga pada saat musim tanam kedua mendatang sudah berfungsi normal. Terpisah, Ari Pangarso, Kepala UPTD Pengairan wilayah I Mandiraja mengungkapkan, akibat jebolnya irigasi Tusan ini membuat debit air pada induk Singomerto berkurang. Hal ini menyebabkan pasokan air tidak sampai ke wilayah Kecamatan Purworejo Klampok yang berada di ujung barat. Lebih lanjut dikatakannya, sejak diberlakukan otonomi daerah ini menyebabkan perhatian pemerintah untuk merawat saluran irigasi berkurang. Maka akibatnya banyak saluran yang tidak berfungsi secara maksimal, karena banyak terjadi pendangkalan maupun kebocoran. Salah satunya yang terjadi di HM 57 sampai HM 64 Purwonegoro. "Di lokasi itu tingkat pendangkalannya sudah cukup parah, karena setengah saluran tidak berfungsi dengan baik. Yang lebih parah lagi, oleh warga sekitar ditanami tanaman," pungkasnya. (J3-29 |