| Rabu, 16 Januari 2008 | MURIA |
Nelayan Tewas Digulung Ombak BesarREMBANG - Amir bin Majid (70), nelayan warga RT I/I Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, Senin (14/1) siang, tewas digulung ombak besar. Jenazah pria yang hidup sebatang kara itu berhasil ditemukan beberapa menit setelah kejadian oleh sejumlah nelayan setempat. Menurut beberapa saksi mata, Amir berangkat melaut bersama rekan-rekannya. Saat tiba di sekitar perairan pantai Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, mereka mengurungkan niat untuk melaut karena melihat ombak yang semakin meninggi. "Setelah melepaskan sauh di sekitar pantai, korban tercebur ke laut yang ombaknya memang cukup besar. Kemungkinan karena kram, korban tidak bisa berenang menepi ke pantai," terang Habib Hasan, salah seorang tetangga korban. Dia menerangkan, jenazah korban setelah disemayamkan di rumah duka di Desa Kalipang, Senin sore langsung dimakamkan oleh warga. Sementara itu, setelah beberapa hari mereda, ombak besar kembali menerpa wilayah pantai Rembang, kemarin sore. Dari pantauan Suara Merdeka di sekitar Pantai Kartini dan Tasikagung, ombak disertai angin kencang semakin mengganas sekitar pukul 14.00. Munawir, seorang nelayan yang ditemui di sekitar Pantai Kartini mengutarakan, karena ombak yang besar itu, sebagian nelayan mengurungkan niatnya untuk melaut. "Pagi tadi sudah siap untuk berangkat. Namun, ketika menjelang siang, ombak mulai meninggi. Saya langsung kembali ke darat," katanya. Dia mengatakan, tidak merasa rugi karena kembali lagi ke darat sebelum mendapatkan tangkapan. "Meski telah mengeluarkan modal untuk membeli bahan bakar dan perbekalan untuk melaut, saya tidak merasa rugi. Daripada menghadapi risiko digulung ombak besar," tuturnya. (H19-76) |