| Rabu, 16 Januari 2008 | SEMARANG |
Pengusaha Tahu, Kurangi Jumlah ProduksiSALATIGA- Melonjaknya harga kedelai di pasaran dari Rp 4.500/kg menjadi Rp 7.500/ kg, menyebabkan beberapa pengusaha industri tahu mengurangi jumlah produksinya. Pengusaha tahu terpaksa ada yang mengurangi jumlah produksinya hingga setengah dari produksi biasa, untuk menekan jumlah kerugian yang dialami. Hal itu dialami beberapa pegrajin tahu di Dukuh Kalitaman dan Kalisombo Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Situm (53) warga Dukuh Kalitaman yang bekerja sebagai penggoreng tahu di salah satu industri tahu di daerahnya mengatakan, sejak terjadi kenaikan harga kedelai, dirinya merasa kesulitan dalam memasarkan tahu goreng. ''Kejadian tersebut menyebabkan penghasilan saya berkurang, karena warga yang memasakkan kedelainya disini juga berkurang,'' terang Situm yang mengaku mendapat upah memasak Rp 650 sekali masak. Hal senada juga diungkapkan rekan kerjanya, Ny Pono (43). Akibat naiknya harga kedelai, pesanan untuk masak kedelai menjadi tahu berkurang. ''Biasanya dalam sehari, saya bisa memasak sampai 27 kali. Tetapi beberapa hari terakhir ini, saya sering tidak ada kerjaan. Bahkan saya hanya tiduran sambil menunggu pesanan datang,'' tuturnya. Mengurangi Produksi Sementara itu, Pribadi (45), salah seorang perajin tahu di Kalisombo menambahkan, dengan naiknya harga kedelai maka jual tahu pun juga harus naik. Namun dengan kenaikan harga tersebut, dirinya merasa kesulitan dalam memasarkannya. ''Untuk mengurangi jumlah kerugian, saya terpaksa mengurangi produksi tahu hingga 50 persen,'' terangnya. Lebih lanjut dikatakan, pada saat harga kedelai masih stabil, dirinya bisa menghabiskan kedelai sampai tiga kuintal. Tetapi melihat kondisi sekarang, ia hanya mampu menghabiskan 1,5 kuintal kedelai karena harganya dirasa masih terlalu tinggi. ''Jika kondisinya begini terus, kami para pengusaha kecil akan terpukul dan rugi,'' ucapnya. Sekarang ini, dia hanya bisa berharap agar harga kedelai bisa kembali stabil dan usahanya kembali normal. (J12-16) |