logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Januari 2008 KEDU & DIY
Line

60% Dana Pasar Modal Dimiliki Asing

YOGYAKARTA - Pakar ekonomi makro UGM Dr Sri Adiningsih menilai, perkembangan pasar modal di Tanah Air masih sangat rapuh dan mudah digoncang oleh isu-isu internasional, sebab 60% kepemilikannya masih dikuasai investor asing.

''Tren kepemilikan dan pergerakan pasar modal masih dimiliki asing inilah yang membuat potensi kegoncangan yang sangat tinggi. Ketika ada isu internasional dampaknya sangat besar, seperti saat Thailand meluncurkan capital control saja langsung dalam satu-dua hari harga saham di bursa efek kita terguncang. Begitu juga ketika ekonomi China sedikit goyah maka bursa kita juga goyah,'' katanya.

Sri Adiningsih mengemukakan hal itu seusai penandatanganan kerja sama antara Kepala Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) Fuad Rahmany dengan Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD di auditorium MM UGM, baru-baru ini.

Kerja sama itu di bidang pendidikan, penelitian, dan pelatihan dalam rangka pengembangan kualitas regulasi pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan. Menurut dia, globalisasi keuangan telah menyebabkan meningkatnya aliran dana yang masuk dari investor asing. Namun aliran dana di pasar modal belum bisa mentransmisikan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Mendapat Manfaat

''Mungkin China dan Korea mendapatkan manfaat yang besar dari liberalisasi keuangan itu, sedangkan ekonomi kita sendiri sedikit mendapat manfaat. Namun kita akui juga, melalui pasar modal telah menyebabkan cadangan devisa kita menguat, nilai rupiah relatif lebih stabil, dan sumber pembiayaan keuangan meningkat meskipun masih dalam jangka pendek karena potensi menimbulkan keguncangan juga lebih besar,'' ungkapnya.

Diakui oleh dia, pasar modal memang belum memberikan dampak dan pengaruhnya yang secara langsung ke masyarakat menengah ke bawah, terkecuali dana yang terkumpul di pasar modal diinvestasikan ke lapangan kerja mungkin akan lebih berarti.

Sementara itu, Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany mengungkapkan, kontribusi pasar modal dalam pemulihan ekonomi bangsa dirasakan dampaknya belum begitu berarti. Berdasarkan laporan Bapepam, kontribusinya baru mencapai 67%, padahal di Malaysia peranan pasar modal sudah memberikan kontribusi ekonomi hampir 94%.

Hal itu perlu menjadi perhatian serius semua kalangan, sebab semakin maju perkembangan pasar modal maka semakin maju ekonomi negara tersebut. Kendati demikian, dalam tiga tahun terakhir peningkatan aliran dana di pasar modal cukup pesat, bahkan pembiayaan ekonomi melalui dana dari pasar modal sudah mencapai Rp 164 triliun. ''Ini menunjukkan masyarakat sudah gemar dan berani masuk ke pasar modal meski 60% aliran dananya masih berasal dari pihak asing,'' imbuhnya. (P12-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA