| Rabu, 16 Januari 2008 | KEDU & DIY |
Asrama Pelajar-Mahasiswa Diserbu
YOGYAKARTA - Kasus perkelahian antarpelajar dan mahasiswa yang pernah terjadi pada tahun 70-an di Yogyakarta, tampaknya bakal terulang lagi. Hal itu terjadi menyusul perusakan asrama pelajar dan mahasiswa Sulawesi Sriwigading oleh puluhan pelajar dan mahasiswa Ambon, Selasa (15/1). Akibatnya, asrama yang terletak di Jl Sultan Agung itu rusak parah. Hampir seluruh ruangan diobrak-abrik dan dibakar. Selain merusak seluruh ruangan, mereka juga berusaha membakar asrama dengan bom molotov. Akibatnya, empat sepeda motor terbakar, kaca jendela pecah, dan semua pintu masuk serta kamar dirusak. Namun dalam penyerbuan itu tidak sampai timbul korban jiwa. Hanya satu mahasiswa mengalami luka cukup parah setelah tercebur sumur ketika hendak melarikan diri dari serbuan pelajar dan mahasiswa Ambon. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan di tempat kejadian menyebutkan, peristiwa itu terjadi pukul 03.30. Mereka menyerbu asrama pelajar dan mahasiswa Sulawesi dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat sambil membawa senjata tajam dan bom molotov. Sesampainya di asrama mereka langsung merusak pintu, jendela, dan melempar bom molotov ke dalam asrama yang baru saja direnovasi. Akibat perusakan itu, pihak pengelola asrama mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sebenarnya penghuni asrama yang jumlahnya sekitar 20 orang sudah berusaha melawan, namun karena jumlah penyerang lebih banyak akhirnya mereka memilih lari menyelamatkan diri. Bertengkar Dari informasi yang dikumpulkan kasus itu berawal dari perkelahian antara mahasiswa Sulawesi dengan Ambon di Cafe Teras, Seturan, Sabtu (12/1) malam lalu. Saat itu, dua mahasiswa Sulawesi tengah bersantai di sana. Tiba-tiba ada segerombolan anak-anak Ambon yang mabuk bertengkar dengan salah seorang mahasiswa itu. Akibatnya, salah seorang mahasiswa Sulawesi terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Saat itu pula semua yang bertikai dibawa ke Mapolsek Depok untuk didamaikan. ''Sebenarnya kasusnya sudah selesai, tapi tidak tahu kok mereka menyerang asrama kami,'' kata salah seorang penghuni asrama Sulawesi. Lagi pula, jelas salah seorang mahasiswa yang tidak mau disebutkan jati dirinya, kedua anak Sulawesi itu bukan penghuni asrama meski dia orang Sulawesi. ''Jadi kami ini kena sasaran,'' ucapnya. Perusakan asrama pelajar itu mendapat perhatian Kapolda DIY Brigjen Pol Drs Hari Anwar dan petugas segera turun langsung ke tempat kejadian. Untuk mengusut kasus tersebut, Andin, ketua Asrama Pelajar dan Mahasiswa Sulawesi Sriwigading bersama empat penghuni lainnya dimintai keterangan di Mapoltabes. (sgt-70) |