| Rabu, 16 Januari 2008 | BANYUMAS |
Prestasi Lebih karena Kemampuan IndividuPURWOKERTO-Selama ini selalu disebutkan bahwa Banyumas memiliki banyak prestasi. Misalnya siswa memenangi lomba olimpiade sains internasional. ''Namun perlu dicermati apakah prestasi itu muncul sebagai rekayasa dan kerja keras dinas atau muncul sendiri karena memang anaknya pandai,'' tutur Widodo Dwi Prastowo, ketua Fraksi Demokrasi Pembangunan Sejahtera DPRD. Ia mengemukakan hal itu saat menyampaikan pandangan fraksinya menanggapi RAPBD Banyumas 2008, kemarin. ''Apakah prestasi itu instan dan sesaat, atau merupakan keberhasilan karena perubahan kultur akibat pembinaan pemerintah,'' tambahnya. Jika seorang siswa berprestasi sampai tingkat internasional, tetapi pada saat yang sama banyak sekolah di bawah standar, berarti prestasi itu lebih karena kemampuan individu. ''Bukan terbentuk karena iklim pendidikan yang diciptakan oleh pemerintah,'' tandasnya. Fraksi PDI-P menyoroti pendidikan gratis untuk SD, SMP, dan SMA. Juru bicara Bambang Pudjianto meminta agar kajiannya benar-benar dilaksanakan sehingga dirasakan masyarakat bawah. Pendidikan Gratis Kalau daerah lain bisa mewujudkan pendidikan gratis, tentu Banyumas juga bisa menerapkan. Sebelum rencana dilaksanakan, pemkab diminta meningkatkan kualitas guru. ''Untuk mewujudkan sekolah gratis anggaran pendidikan harus mencapai 20% dari APBD,'' tutur Habib Mahfudz, Ketua Fraksi PKB. Ketua Fraksi Golkar, Isworo Broto, meminta Dinas Pendidikan melakukan lelang proyek rehabilitasi SD/MI serta SMP/MTs. ''Selama ini ditangani oleh komite sekolah, padahal nilai proyeknya mencapai Rp 100 juta,'' jelasnya. Berdasarkan Keppres No 80/2003 proyek bernilai di atas Rp 50 juta harus dilelang. Semua rehabilitasi SD tahun 2008 harus dilelang agar tidak melanggar keppres itu. (in-27) |