| Selasa, 15 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Separo Pemain DipertahankanJAKARTA-Benny Dollo merasa sangat terhormat mendapat kepercayaan menangani tim nasional. ''Karena itu saya akan mengangkat prestasi sepak bola Indonesia," katanya saat ditemui di kantor BTN, Jakarta, kemarin. "Ini adalah sebuah tantangan yang sangat berat, tetapi saya termotivasi," lanjutnya. Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut menyatakan telah siap menjalankan tugasnya, yang berdasarkan kontrak akan dimulai 1 Februari mendatang. Sebagai langkah awal, jelas pria yang akrab disapa Bendol itu, ia akan melakukan pemantauan terhadap pemain nasional yang ada untuk memetakan gambaran timnas yang akan dibangunnya. Seleksi yang lebih ketat akan diberlakukan dalam memilih pemain yang berhak mengenakan seragam Merah-Putih nantinya. Menurut Bendol, sekitar separo (dalam rentang 40-60 persen) pemain yang masuk timnas di era Kolev akan dipertahankannya. "Kriteria utama pemain yang layak masuk adalah skill, kekuatan, dan kecepatan. Mereka juga harus lolos tes fisik yang akan mengukur kadar VO2 max dan HB para pemain," jelasnya. Toleransi "Kalau mereka tidak lolos tes fisik, mungkin ada toleransi dua sampai tiga kali. Tapi kalau lebih dari itu, maaf saja, akan dicoret. Jadi peluang masuknya pemain baru ke timnas sangat terbuka," tegas pelatih yang pernah membawa Arema Malang dua kali menjuarai Copa Dji Sam Soe Indonesia itu. Selain itu, Bendol juga menyatakan akan membuka kembali komunikasi antara pelatih timnas, BTN, pemain, dan para pelatih klub, yang menurutnya selama ini seperti terputus. Komunikasi tersebut diharapkan membuat sistem pembinaan menjadi berkesinambungan dan pada akhirnya mampu menyokong pembentukan sebuah kesebelasan nasional yang kuat. "Jangan sampai pelatih timnas harus mengajari pemain lagi dari nol," imbuhnya. Ia juga akan berdiskusi dengan BTN dan para pelatih klub mengenai penempatan pemain lokal pada posisi yang penting di klub masing-masing. "Sekarang Anda lihat saja, posisi krusial seperti dua bek tengah, gelandang bertahan, dan playmaker, dikuasai pemain asing. Akibatnya, sulit mencari pemain lokal yang bagus di posisi itu," katanya. "Saya akan meminta setidaknya porsi pemain di posisi itu pada setiap klub fifty-fifty antara pemain lokal dan asing," sambung pria yang diperkirakan akan mendapat gaji lebih dari Rp50 juta per bulan itu. Mengenai skema permainan timnas, ia menyatakan dasarnya adalah pola 4-4-2. "Tetapi, pemainlah yang menentukan tim, bukan tim yang menentukan pemain," ujarnya. "Saya akan lebih fleksibel, tidak seperti pelatih timnas dulu. Strategi dan pola akan menyesuaikan dengan pemain yang tersedia serta lawan yang akan dihadapi," paparnya.(ant-22) |