| Selasa, 15 Januari 2008 | MURIA |
WORO WOROUrea di Distributor KosongJEPARA- Sampai saat ini kelangkaan urea masih terjadi di Jepara. Dinas Pertanian dan Peternakan yang mengawasi semua distributor akhir pekan lalu mengemukakan, pupuk tersebut kosong di gudang. Pada Selasa (15/12) ini Pemkab akan membahasnya secara khusus. ''Di Jepara ada empat distributor. Di semua gudang mereka kosong,'' ujar Seksi Pengelolaan dan Pemasaran Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Jepara Ahmad Mudjab, kemarin. Dia mengungkapkan hal itu untuk menanggapi kelangkaan selama lebih dari dua pekan ketika para petani membutuhkannya pada MT I yang berlangsung mulai Desember lalu. Dia menyebutkan, bila urea langka maka ketersediaan pupuk jenis ZA dan phonska dari Petrokimia Gresik relatif cukup. (H15-36) Perlu Angkutan di Ngloram BLORA - Kantor Perhubungan telah menyelesaikan survei kelayakan trayek angkutan umum di sekitar Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram. Hasilnya, dibutuhkan tidak kurang dari 10 mobil penumpang umum untuk melayani mobilitas warga sekitar. Meski demikian, Kantor Perhubungan belum akan membuka trayek baru yang menghubungkan pusat kota Kecamatan Cepu-Mulyorejo-Kapuan-Ngloram hingga Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban tersebut. Sebab, hasil survei itu masih akan dievaluasi dan disosialisasikan lagi kepada masyarakat sekitar dan para pelaku usaha transportasi di Blora. Kepala Kantor Perhubungan Nurrohmadi mengemukakan, pihaknya perlu menyurvei sebagai persiapan jika Lapter Ngloram difungsikan lagi. (H18-69) Bayi Lahir Tanpa Wajah PATI - Warga Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Minggu (13/1) dini hari dikejutkan dengan lahirnya seorang bayi tanpa wajah. Bocah yang diberi nama Kliwon itu hanya bertahan hidup sehari dan akhirnya meninggal, Senin (14/1) pukul 09.00. Sunyoto, kakek bayi tersebut, menuturkan, tak ada tanda-tanda atau firasat khusus sebelum kelahirannya. Hanya, proses keluarnya kaki terlebih dulu. "Kami sekeluarga tidak pernah mimpi atau mengalami hal aneh sebelumnya. Semua berjalan normal," ujar dia saat ditemui di rumahnya di RT 9 RW 3 desa itu. Pernyataan senada juga diungkapkan ibu bayi malang itu, Siti. Dia mengungkapkan, saat keluar anak pertamanya tersebut juga menangis seperti bayi-bayi lain. Namun saat diperlihatkan dukun bayi, dia kaget karena kondisi anaknya tidak normal. Wajah anaknya tidak seperti manusia normal lantaran tidak terbalut kulit. "Hidung dan matanya tidak ada dan hanya bibir bagian bawah saja. Dia bernapas dari lubang mulut dan tidak bisa menyusu," tutur Siti, kemarin. (H49-69) Bersikukuh Tak Ikut Bahas REMBANG- Sidang dugaan korupsi dana honorarium dan insentif pada APBD 2004 sebesar Rp 5,6 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Rembang mulai memasuki babak akhir, kemarin. Para terdakwa kasus dugaan korupsi itu diperiksa. Pada sidang sesi pertama, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan terdakwa mantan Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPRD, Suparyanto. Pada sidang sesi kedua yang berlangsung sore hari, JPU menghadirkan terdakwa mantan Ketua Panitia Rumah Tangga (PRT) Padnaningsih, dan mantan Wakil Ketua PRT M Sudjoko. Di hadapan majelis hakim, Suparyanto bersikukuh menyatakan tidak pernah ikut membahas dana honorarium dan insentif selama proses pembahasan pengesahan RAPBD 2004 menjadi APBD. ''Saya bukannya mengelak dari tanggung jawab. Namun, begitu kenyataannya. Selaku ketua Panggar, saya merasa tidak pernah melakukan pembahasan dana honorarium dan insentif selama sidang APBD 2004,'' jelasnya. (H19-76) Petani Khawatir Tak Dapat Tanam KUDUS - Belum diperbaikinya sejumlah tanggul irigasi di beberapa desa di Kecamatan Undaan, Kudus, membuat resah petani. Pasalnya, mereka khawatir tidak dapat mengawali musim tanam (MT) II 2008. Sejumlah petani kemarin mempertegas kembali ketakutannya itu. Pasalnya, satu-satunya sumber irigasi untuk sawah mereka berasal dari pasokan Waduk Kedungombo. ''Bila salurannya rusak, air tidak dapat dialirkan,'' kata petani dari Desa Medini, Miftah. Bila tetap dipaksakan, aliran air tidak akan seperti yang mereka harapkan. Kondisi tersebut jelas akan mengganggu proses tanam yang mereka lakukan. ''Kami minta hal ini segera diperbaiki,'' ungkapnya. Petani lainnya, Suroso, menyatakan hal serupa. Menurut dia, bila sampai bulan Maret nanti hal tersebut tidak segera dibenahi, tentu petani akan mengalami kerugian banyak. Mereka berharap tanggul yang jebol segera mendapat perhatian dari pihak terkait. (H8-54) |