logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Januari 2008 MURIA
Line

Kota Terbersih, Blora Hanya Peringkat Sebelas

BLORA- Pemkab dan masyarakat Blora harus lebih serius agar bisa mendapat penghargaan kota terbersih, yakni piala Adipura. Pasalnya, berdasarkan pengumuman peringkat kota terbersih 2007-2008 di Jateng dari hasil pemantauan tahap pertama, belum lama ini, Blora hanya menempati peringkat 16 dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. Sedangkan untuk kategori kota kecil, Blora berada di nomor 11 dari 21 kota kecil.

Meski peluang meraih piala Adipura sangat kecil, namun dengan peringkat yang telah diumumkan tersebut, setidaknya telah membuat Pemkab bersyukur. Tahun lalu, Blora berada di nomor 33 dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. Itu berarti peringkat kota Sate naik dua kali lipat.

''Naiknya peringkat itu patut disyukuri, sebab tidak mudah menaikkan peringkat karena kabupaten dan kota lainnya di Jateng juga berupaya memperbaiki ranking melalui berbagai kegiatan kebersihan di daerahnya masing-masing,'' ujar Kepala Bagian Lingkungan Hidup (LH) Sekretariat Daerah (Setda), Suhadi Somoastro, kemarin.

Pemkab sebelumnya telah berupaya meraih predikat kota terbersih. Seluruh dinas dan instansi termasuk pihak swasta dan sekolah diberikan tanggung jawab lokasi titik pantau penilaian Adipura.

Beberapa lokasi titik pantau penilaian telah ditetapkan. Di antaranya perumahan yang meliputi lingkungan perumahan, drainase, dan ruang terbuka hijau.

Selain itu, sarana kota seperti jalan arteri, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit, hutan kota dan taman kota.

Titik pantau lainnya adalah sarana transportasi di lingkungan terminal seperti tempat pembuangan sampah sementara, drainase, dan pengelolaan sarana terminal.

Selain itu, perairan terbuka, sarana kebersihan, seperti tempat pembuangan akhir (TPA) sampah termasuk pengelolaannya.

Untuk lingkungan perumahan, tanggung jawab titik pantau diserahkan kepada setiap kepala kelurahan. Titik pantau sekolah tanggung jawabnya sekolah. Sedangkan titik pantau lainnya tanggung jawab diberikan kepada dinas dan instansi sesuai dengan bidang tugasnya.

Pihak swasta juga diberikan tanggung jawab titik pantau yang berada di dekat lokasi kantornya masing-masing. Piala Adipura kali terakhir diperoleh Blora pada 1993.

''Mudah-mudahan dengan kerja yang lebih keras lagi, dalam beberapa waktu mendatang Blora menjadi kota kecil terbersih di Jateng,'' kata Suhadi.

Dia menyatakan, penilaian tahap kedua masih akan dilaksanakan pada Februari nanti sebelum akhirnya Kementerian Lingkungan Hidup RI mengumumkan kabupaten dan kota di Indonesia yang meraih penghargaan Adipura 2007-2008.(H18-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA