| Selasa, 15 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
Jenderal Minta Guantanamo DitutupGUANTANAMO - Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Laksamana Mike Mullen Senin kemarin mengatakan, dia mendukung penutupan penjara Guantanamo sesegera mungkin. Sebab, dia yakin pemberitaan global soal perlakuan tersangka teroris di penjara itu telah sangat merusak citra Amerika Serikat. ''Saya ingin penjara itu ditutup,'' kata Mullen di sela-sela inspeksi ke penjara Gitmo, sebutan untuk Guantanamo. Inspeksi itu hanya berselang dua hari setelah ulang tahun keenam penjara yang dibuka Januari 2002. Dia menegaskan, keputusan soal penutupan penjara itu bukan wewenang dia. Dia memahami bahwa masih banyak masalah legal yang harus diselesaikan dulu oleh pemerintah sebelum menutup kamp itu, misalnya tempat pindahan para tahanan. Mullen menambahkan, beberapa tahanan memang masih menjadi ancaman keamanan. Saat meninjau Kamp Enam, yang dihuni sekitar 100 tahanan dengan pengamanan ekstra ketat, Mullen melihat langsung beberapa sel. Seorang tahanan menatap Mullen melalui jendela sel kecil. Mullen pernah berkunjung ke kamp itu pada Desember 2005 saat menjabat kepala staf Angkatan Laut. Menurut dia, Presiden George W Bush dan Menteri Pertahanan Robert Gates juga telah berbicara secara terbuka soal penutupan penjara itu. Namun, dia tidak tahu menahu mengenai pembahasan di pemerintahan mengenai isu itu. Ditanya mengenai alasan dia ingin Gitmo ditutup, Mullen mengatakan, ''Terutama sekali karena citra buruk Amerika Serikat di seluruh dunia akibat persoalan Gitmo.'' Para penentang keberadaan itu mengatakan, para tahanan tidak diperlukan sebagaimana mestinya dan landasan hukum atas penahanan mereka tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ''Dari sudut pandang itu, masalah ini jelas sangat merugikan Amerika,'' kata Mullen. Menurut penjelasan petugas kamp, jumlah tahanan turun sekitar 100 orang, menjadi 277 pada tahun ini. Populasi tahanan pernah melampaui 600 orang. Ratusan tahanan sudah dipulangkan ke negara-negara asal, namun aparat AS menyatakan beberapa tahanan masih merupakan ancaman serius dan karena itu belum bisa dibebaskan. Hanya empat tahanan yang saat ini menjalani persidangan militer.(rtr-gn-25) |