| Selasa, 15 Januari 2008 | INTERNASIONAL |
Jajak Nasional, Hillary dan McCain Teratas
NEW YORK - Tingkat dukungan Senator John McCain dan Hillary Rodham Clinton berada di jajaran teratas berdasar sejumlah survei yang disiarkan kemarin, sehari menjelang pemilihan calon presiden (primary) di Negara Bagian Michigan. Menurut jajak pendapat CBS News dan The New York Times, McCain merupakan calon presiden yang paling populer di kubu Partai Republik. Dia memperoleh dukungan 33 persen. Saingan terdekatnya adalah mantan gubernur Arkansas Mike Huckabee yang tingkat popularitasnya mencapai 18 persen. Di kubu Demokrat, Hillary memimpin dengan tingkat dukungan 42 persen. Sementara Senator Barack Obama hanya 27 persen. John Edwards berada di urutan ketiga dengan tingkat dukungan 11 persen. Namun menurut survei ABC News dan The Washington Post, keunggulan Hillary atas Obama tidak terlalu besar. Hillary mendapat 42 persen, sedangkan Obama 37 persen. Hillary dan Obama kini juga saling tuding mengenai isu rasial. Hillary menyatakan, kampanye Barrack Obama telah menyulut ketegangan rasial di dalam penjaringan calon presiden di kubu Partai Demokrat. Dikecam Kulit Hitam Menurut pendapat Hillary, Obama telah meraih keuntungan politik dari komentar mantan ibu negara Amerika Serikat itu tentang peran Martin Luther King dalam gerakan hak-hak sipil. ''Ini merupakan kisah sedih yang telah dimanfaatkan dengan sukses oleh Obama. Menurut saya, kampanye itu sebenarnya tidak menyangkut gender, juga tidak berkaitan dengan ras,'' kata senator asal New York itu dalam acara ''Meet the Press'' televisi NBC. Syuting acara itu dilakukan kemarin sebelum Hillary berkampanye di South Carolina. Negara bagian tersebut akan mengadakan pemilihan calon presiden tingkat partai (primary) pada 26 Januari. Pemilih kulit hitam mencapai 50 persen di negara bagian itu pada primary 2004. Diperkirakan, jumlah mereka bertambah banyak pada tahun ini. Hillary dan suaminya, mantan presiden Bill Clinton, menuai kecaman dari para tokoh warga kulit hitam di Amerika Serikat beberapa saat menjelang primary New Hampshire Selasa lalu. Dalam salah satu pidatonya, Hillary mengatakan bahwa impian Martin Luther King tentang kesetaraan ras hanya terealisasi saat Presiden Lyndon B Johnson menandatangani Undang-undang Hak-hak Sipil pada 1964. Sementara itu, Bill Clinton mengatakan Obama hanyalah ''mendongeng'' apabila senator Illinois tersebut berbicara mengenai penolakannya terhadap perang Irak. Setelah melontarkan kecaman itu, Bill Clinton beberapa kali berbicara di radio-radio kalangan kulit hitam. Clinton mengatakan dia hanya mengkritik komentar Obama mengenai perang Irak, bukan mengecam ambisinya untuk menjadi presiden kulit hitam pertama di AS. Dalam jamuan makan malam di Atlanta, Michelle Obama mengatakan suaminya merupakan orang yang dibutuhkan Amerika saat ini. Istri Obama itu juga mengecam orang-orang yang menganggap ambisi suaminya hanyalah khayalan. ''Dia merupakan kandidat yang tepat. Bukan karena warna kulitnya, tetapi karena kualitas dan konsistensi karakternya,'' kata Michelle. Tim kampanye Hillary juga menunjukkan memo yang ditulis seorang staf Obama. Memo tentang komentar-komentar Hillary yang bersifat rasial itu kemudian beredar di internet. Obama menyatakan, tuduhan-tuduhan kubu Hillary itu konyol. Dia berpendapat, komentar Hillary tentang Luther King menunjukkan senator New York tersebut tidak mendapat saran atau nasihat politik yang tepat.(rtr-ben-25) |