| Selasa, 15 Januari 2008 | BANYUMAS |
JALUR SELATANDiminta Kurangi Perjalanan DinasPURBALINGGA-Para pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga diminta mengurangi perjalanan dinas yang tidak perlu. Selain itu, mengurangi pengeluaran dana operasional yang tak produktif, termasuk pekerjaan-pekerjaan lain yang bersifat pemborosan. "Dalam waktu dekat Presiden menandatangani PP tentang penghematan anggaran pemerintah. Jangan sampai nanti unit kerja diperiksa BPK karena melanggar PP itu," tandasnya. Bupati mengungkapkan hal itu dalam penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2008 kepada 157 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pendapa Dipokusumo, kemarin. Triyono mengharapkan tahun ini SKPD melelang proyek pada akhir Januari dan Maret sudah ada yang memulai pekerjaan. Dia mengimbau supaya SKPD tidak mengulang kebiasaan lama, yaitu proyek baru dikerjakan menjelang tutup tahun anggaran.(F10-27) Minta Ganti Rugi Dibayar CILACAP- Masyarakat Desa Bunton Kecamatan Adipala, meminta uang ganti rugi tanah seluas 25,6 hektare untuk proyek pembangunan PLTU Bunton segera dibayarkan. Saat ini sebagian besar pemilik lahan sudah menyepakati harga ganti rugi yang ditawarkan tim pengadaan tanah. Harga ganti rugi yang ditawarkan tim, yaitu sawah tidak produktif sebesar Rp 26.000/m2 atau Rp 364.000/ubin, sawah produktif Rp 41.500/m2 atau Rp 581.000/ubin, dan tanah darat Rp 65.000/m2 atau Rp 910.000/ubin. Kepala Desa Bunton Irmanto menyatakan sudah menerima permintaan itu. Warga juga memintanya untuk mendesak tim agar segera membayar ganti rugi."Banyak pemilik lahan yang menghubungi saya dan mereka ingin agar ganti rugi secepatnya dibayarkan," kata Irmanto, kemarin. Mereka berharap bisa menerima uang itu pada pertemuan selanjutnya, sehingga proyek bisa segera dimulai. (ag-74) Panen Terancam Wereng PURBALINGGA-Wereng menyerang tanaman padi di Purbalingga. Salah satu desa yang terserang hama itu adalah Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara. Jika tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan puso dan gagal panen. Arisno (51), salah seorang petani di Desa Gemuruh mengatakan hama itu mulai menyerang ketika tanaman berumur sekitar 30 hari. Saat ini umur tanaman sekitar 40 hari dan serangan hama meluas. Hampir seluruh tanaman padi diserang. "Memang, serangannya belum begitu parah, namun jika tidak segera diatasi, petani terancam gagal panen akibat puso," tuturnya, kemarin. Ia menjelaskan wereng menyerang daun dan batang padi. Jika serangannya sudah parah, daun-daun akan menguning dan kemudian mengering serta tanaman mati.Para petani berusaha sendiri dengan berbagai cara untuk menahan laju serangan hama tersebut, namun hingga kini belum bisa dikendalikan. Serangan hama itu tidak hanya terjadi di Desa Gemuruh. Desa-desa lain juga telah diserang walaupun belum begitu parah.(H48-27) Tomat Garut Banjiri Pasaran BANJARNEGARA- Tomat asal Garut yang saat ini membanjiri pasar tradisional di Banjarnegara, menyebabkan petani lokal kelimpungan. Slamet, petani asal Desa Panusupan Kecamatan Pejawaran mengungkapkan, sejak tomat Garut membanjiri Banjarnegara, harga produksi lokal turun. Petani juga tidak mungkin menunda penjualan, karena jenis sayuran itu cepat busuk. Mereka kemudian terpaksa memanen, walaupun tak menguntungkan. "Daripada rugi lebih besar, petani terpaksa menjualnya dengan harga yang lebih rendah". Menurutnya, harga jual tomat untuk kualitas bagus yang berasal dari Pejawaran adalah Rp 1.400/kg. Sedangkan tomat kualitas jelek separuh dari harga itu. Harga tomat Garut memang sedikit lebih mahal, yakni terpaut Rp 200 - Rp 500/kg. Namun kualitasnya lebih baik, lebih besar dan manis. "Kalau produk lokal dijual dengan harga yang sama atau lebih tinggi, jelas tidak akan laku," terang dia. Untuk tomat yang berukuran kecil, malah tidak dihargai sama sekali dan hanya sebagai imbuhan.(J3-74) |