SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 14 Januari 2008

Hari-hari belakangan ini semua mata tertuju pada proses penanganan yang dilakukan Tim Dokter Kepresidenan terhadap mantan Presiden Soeharto yang sedang kritis di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Semua media cetak dan terutama elektronik pun intensif mengikuti setiap perkembangannya dengan breaking news dan siaran langsung dari rumah sakit.

Keluhan soal kesulitan memeroleh pupuk muncul di berbagai daerah. Saat memulai tanam padi, Desember lalu, para petani memerlukan urea untuk pemupukan awal. Namun ketika mereka membutuhkan, ternyata barangnya langka di pasaran. Kalaupun tersedia di agen atau pengecer, harganya jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan.

MENAPAKI 2008 ini, cukup pantas bila kita coba merenung sejenak sambil bertnya: Sudahkah kita benar-benar telah melepaskan diri sepenuhnya dari demam globalisasi? Kemungkinan itu perlu dikaji, karena akibat langsung dari globalisasi sudah di depan mata. Dua tahun lagi (2010), misalnya, kita sudah berada di era perdagangan bebas ASEAN.

KETIKA berbicara di depan anak-anak SMA di Wisconsin, Amerika Serikat tahun 1988 dalam program Rotary International, saya mendapat pertanyaan ''nakal''. ''Apa perbedaan antara Soeharto dan Ferdinand Marcos?" tanya seorang siswa. Sekadar mengelak, saya menjawab, ''Kesamaannya,

GELIAT perbankan nasional menghadapi implementasi Basel II-2008 sudah mulai terlihat dampaknya, dan semoga itu menjadi pertanda baik bagi perbankan nasional pada khususnya dan perekonomian nasional pada umumnya.

Saya nasabah BTN (Bank Tabungan Negara) yang ambil KPR di BSB Jatisari Permai Mijen Semarang sejak Juni 2004. Bulan Desember lalu saya berencana take over ke bank lain yang salah satu persyaratannya FC sertifikat.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA