logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 RAGAM
Line

Generasi Platinum (2)

Teknologi Membuat Anak Jadi Penyendiri

ANAK yang lahir sesudah tahun 2000, atau disebut sejumlah pakar sebagai generasi platinum, secara umum bisa tumbuh mandiri. Dengan berbekal kemampuan bertanya dan pola berpikir yang kritis dan kreatif, mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki multibakat serta mampu mengerjakan beragam jenis pekerjaan.

Jordan Kaplan, associate managerial science professor di Long Island University, Brooklyn, New York, menyebut usia rata-rata anak yang mulai menggunakan peralatan elektronik menurun dari 8,1 tahun pada 2005 menjadi 6,7 tahun (2007). Artinya, anak makin dini dalam mengenal peralatan eletronik.

Sejak survei tahun 2005, usia awal penggunaan barang-barang elektronik memang makin menurun. Salah satu yang paling menyolok adalah pemakaian pemutar DVD dan ponsel. Anak-anak generasi platinum memang lebih tertarik pada peralatan digital terbaru dan tercanggih, sama seperti orang tua mereka. Ini juga membuktikan bahwa mereka tidak takut lagi kepada teknologi, bahkan mampu mengadopsi dengan mudah, serta menjadikannya sebagai bagian hidup sehari-hari.

Anak-anak umumnya menggunakan perangkat elektronik tiga hari per minggu. Perangkat yang paling banyak digunakan adalah televisi (5,8 hari), ponsel (4,3 hari), dan perekam video (4,1 hari). Data ini dikumpulkan melalui survei di internet, yang diwakili orang dewasa usia 25 tahun atau lebih yang memiliki anak-anak usia 4-14 tahun dalam rumah tangga mereka.

Sejak Dini

Bangsa yang menumbuh-kembangkan sains dan tek-nologi akan berkembang menjadi bangsa yang kuat. Untuk itu, Indonesia harus da-pat membudayakan sains dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, serta mulai dibiasakan sejak dini.

Jika dilihat dari sisi ini, generasi platinum merupakan generasi yang pantas menjadi pemimpin-pemimpin masa depan. Kemudahan dalam mengakses dan akrab dengan teknologi informasi, membuat mereka merupakan generasi kuat bangsa.

Membudayakan sains dan teknologi sejak dini sangat baik, karena dapat membuat anak selalu mencari inovasi dan kreatifitas. Anak selalu ingin menjadi yang terbaik dan berupaya terus berprestasi.

Menurut sosiolog UI, Paulus Wirutomo, pengenalan teknologi belum tentu selamanya baik. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan orang tua. Dari aspek psikologi, dikhawatirkan akan memunculkan rasa cemburu dan kesenjangan sosial antaranak. Selain itu, anak juga cenderung menjadi penyendiri dengan tingkat emosional yang labil.

Dari aspek kesehatan, muncul kekhawatiran akibat penggunaan teknologi berlebih. Teknologi tidak selamanya memberi keamanan kepada penggunanya. Penggunaan teknologi berlebih juga dapat membahayakan kesehatan anak, seperti radiasi pada otak dan mata, juga efek-efek lain yang tidak menguntungkan.

Belum lagi banyak informasi yang tak benar dan tak pantas. Anak-anak generasi platinum cenderung lebih cepat menangkap dan menyimpan arus informasi yang diterimanya. Bayangkan jika informasi itu kurang berguna, bahkan menyesatkan. Hal ini ten-tu sangat membahayakan psikologis si anak.

Keluarga dan Sekolah

Keluarga sebagai pagar pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di rumah, serta sekolah untuk perkembangan anak di luar rumah, perlu tanggap terhadap fenomena ini.

Karena itu, proses pengajaran dan pembelajaran terhadap anak-anak generasi platinum harus sangat hati-hati. Di satu sisi, orang tua tak bisa lagi terlalu santai dalam mengadopsi teknologi yang terus berkembang.

Orang tua harus juga mengikuti, atau setidaknya mengenal perkembangan teknologi. Hal ini sangat berguna. Selain tidak dianggap gaptek (gagap teknologi), juga memiliki informasi tentang bagaimana menyaring informasi yang masuk sehingga tidak semuanya diterima anak begitu saja.

Dengan kata lain, orang tua akan mendampingi anak-anaknya setiap saat, agar informasi yang masuk itu benar-benar bermanfaat bagi anak-anak generasi platinum. (Wahyu Atmaji, bersambung-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA