| Senin, 14 Januari 2008 | RAGAM |
Sosor Bebek, Sanggup ''Menyosor'' 10 PenyakitTAMPILAN fisik tanaman sosor bebek (Kalanchoe pinnata Lamk Pers) memang jelek. Sama sekali tidak menampakkan kesan elegan. Wajar kalau tanaman itu jarang dipelihara di taman atau pekarangan rumah. Disebut sosor bebek, karena bentuk daunnya menyerupai mulut bebek. Dalam ilmu taksonomi, sosor bebek termasuk anggota keluarga Crassulaceae. Ia merupakan tanaman semak semusim, dan punya sifat khas mendinginkan. Batangnya berbentuk segi empat, lunak, beruas, serta berwarna hijau. Sedangkan daunnya tunggal, tebal, berbentuk lonjong, dengan tepi bergerigi, dan berwarna hijau. Bunga berbentuk malai, dengan mahkota berbentuk corong dan berwarna merah. Bentuk buah kotak, ungu, dan bernoda putih. Di balik penampilannya yang kurang menarik, ternyata tanaman ini menawarkan manfaat yang sangat besar. Bahkan sebagian masyarakat Jawa menyebutnya sebagai salah satu tumbuhan ajaib. Soalnya bisa digunakan untuk menyembuhkan sepuluh jenis penyakit. Dalam hal penyembuhan penyakit, bagian yang bisa digunakan adalah daunnya. Ramuan dari daun sosor bebek sejak dulu digunakan sebagai obat luar yang dioleskan di pusat sakit atau bagian tubuh yang terganggu. Glikosida Daun sosor bebek memiliki kandungan kimia glikosida, yang mempunyai ikatan dengan kaemferol, briofilin, lendir, magnesium malat, dan damar. Dengan kandungan kimia itulah, tanaman ini berkhasiat sebagai antipiretik, diuretik, eks-pektoran, dan antibakteri. Dengan demikian, daun sosor bebek dapat digunakan untuk mengobati wasir, batuk, rheumatik, sakit kepala, keseleo, demam, bisul, gatal-gatal, luka gores, dan luka bakar. Untuk jenis luka, ramuan yang harus dipersiapkan adalah daun sosor bebek (secukupnya) dan sedikit air. Daun diparut, lalu ditambah sedikit air, sehingga menjjadi pasta atau pilis untuk dibobokkan atau dioleskan ke bagian yang sakit. Pengolesan pasta ke bagian yang luka ini bisa diulangi setiap tiga jam sekali, hingga rasa sakit mulai mereda dan lama-lama hi-lang. Nah, jangan lagi meremehkan tanaman bermuka jelek ini. (Gupita Dara Swara Ovinta) |